Kunjungi Kabul, Jokowi Ingin Tunjukkan Perlawanan terhadap Teror
Logo BeritaSatu

Kunjungi Kabul, Jokowi Ingin Tunjukkan Perlawanan terhadap Teror

Senin, 29 Januari 2018 | 09:47 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo. Novy Lumanauw / FMB

Jakarta - Presiden Joko Widodo direncanakan mengunjungi Kabul, Afghanistan. Padahal, Kabul baru saja diserang bom mobil tiga hari yang lalu. Serangan itu adalah serangan mematikan kedua, setelah pekan lalu terjadi insiden serangan terorisme di sebuah hotel bintang lima di Kabul, oleh karena itu kunjungan ini cukup berisiko secara keamanan.

"Pertimbangan Presiden Jokowi untuk tetap mengunjungi Kabul adalah langkah yang superberani, karena negara negara besar lain di dunia justru mengeluarkan travel warning ke Afghanistan," kata peneliti terorisme Ridlwan Habib, Senin (29/1) di Jakarta.

Menurut Ridlwan, tujuh negara besar mengeluarkan travel warning di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Australia, Swiss, Selandia Baru dan Denmark. Mereka melarang warga negaranya mengunjungi Afghanistan karena menduga akan ada serangan lanjutan terorisme bersenjata.

Alumni S2 Kajian Intelijen Universitas Indonesia itu menjelaskan, sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018, Afghanistan terus diguncang aksi terorisme. Serangan dilakukan oleh dua kelompok yakni ISIS dan mujahidin Taliban.

Serangan Taliban dilakukan di kota Ghazni, Kandahar, Gardez, Paktia, Ghor dan bulan ini Taliban menyerang Kabul, dalam teori keamanan situasinya merah atau sangat berbahaya.

Ridlwan berharap keberanian Jokowi ini diikuti dengan persiapan matang dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

"Grup A Paspampres yang melekat pada Jokowi harus menyiapkan contingency plan, rencana darurat bahkan skenario evakuasi jika saat kunjungan ke Kabul ada serangan terorisme," ungkapnya.

Keselamatan Presiden juga harus jadi prioritas utama. Paspampres harus sudah mengukur jarak waktu menuju bandara yang paling aman. Selain itu, saat kunjungan dilakukan Paspampres perlu menambah peralatan keamanan.

Sikap Jokowi yang ngotot tetap mengunjungi Kabul di tengah ancaman besar aksi terorisme itu menurutnya adalah simbol perlawanan terhadap aksi aksi teror.

"Pak Jokowi memberi kode pada seluruh pemimpin besar dunia bahwa terorisme adalah musuh bersama, Jokowi memberi contoh agar tidak tunduk dan diam pada terorisme," kata Ridlwan.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo Senin pagi meninggalkan Bangladesh untuk melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Afghanistan. Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Jokowi dan Iriana lepas landas dari Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh, Senin (29/1).

Kunjungan ke Afghanistan sempat diwarnai kekhawatiran karena terjadinya pengeboman sehari sebelum bahkan pada pagi sebelum keberangkatan Presiden Jokowi ke Kabul. Namun hal itu tidak mengurungkan niat Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Afghanistan.

Setibanya di Kabul, Afghanistan, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Istana Presiden Arg. Di istana ini, Presiden Jokowi akan disambut Presiden Ashraf Ghani untuk selanjutnya akan mengikuti serangkaian kegiatan kenegaraan, yaitu pembicaraan empat mata, pertemuan bilateral, dan memberikan pernyataan pers bersama.

Presiden juga akan bertemu dengan High Peace Council (HPC) Afghanistan di Istana Haram Sarai (Wisma Negara).

Setelah itu Presiden akan mengikuti jamuan santap siang bersama di Istana Presiden Arg.

Sore harinya, Presiden akan mengunjungi Istana Darul Aman yang juga menjadi agenda penutup kunjungan Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana ke Afghanistan.

Dari Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan akan kembali ke Tanah Air.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam penerbangan menuju Afghanistan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri/KPN Andri Hadi, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia-Bangladesh Perkokoh Kerja Sama Ekonomi

Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Rakyat Bangladesh sepakat memperkokoh kerja sama di bidang ekonomi serta menciptakan peluang kerja sama baru lainnya.

DUNIA | 28 Januari 2018

Presiden Kunjungi Kediaman Sheikh Mujibur Rahman

Presiden mengunjungi kediaman pemimpin Bangladesh pertama Sheikh Mujibur Rahman yang kini berfungsi sebagai Bangabhandu Memorial Museum di Dhaka, Bangladesh.

DUNIA | 28 Januari 2018

Pendiri IKEA Meninggal Dunia

Ingvar Kamprad meninggal dunia dalam usia 91 tahun.

DUNIA | 28 Januari 2018

Sina Weibo Suspend Portal

Sejumlah portal utama Sina Weibo dinilai menyebarkan konten pornografi.

DUNIA | 28 Januari 2018

Jokowi Kunjungi Lokasi Pengungsian Cox's Bazar

Menuju Cox's Bazar dengan menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

DUNIA | 28 Januari 2018

Presiden Kunjungi National Martys Memorial Bangladesh

Presiden didampingi pasukan kehormatan meletakkan karangan bunga, untuk kemudian mengheningkan cipta.

DUNIA | 28 Januari 2018

Presiden: Indonesia Dukung Bangladesh Keluar dari Negara Terbelakang

Indonesia siap mendukung pencapaian target tersebut termasuk melalui peningkatan kerja sama ekonomi.

DUNIA | 28 Januari 2018

Indonesia-Bangladesh Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara menyatakan tekadnya untuk mendukung langkah-langkah konkret Bangladesh untuk keluar dari kelompok LDCs.

DUNIA | 28 Januari 2018

500.000 Lebih Warga Jepang Menderita "Hikikomori"

Hikikomori adalah sebutan untuk kondisi kejiwaan di mana seseorang menutup diri di rumah dan menghindari kontak sosial

DUNIA | 27 Januari 2018

Presiden Ajak Pakistan Bantu Perjuangan Palestina

Presiden Joko Widodo mengajak Pakistan sebagai sesama inisiator Konferensi Asia Afrika untuk terus membantu perjuangan rakyat Palestina.

DUNIA | 27 Januari 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS