PascaBrexit, Perekonomian Inggris Akan Lebih Buruk
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PascaBrexit, Perekonomian Inggris Akan Lebih Buruk

Selasa, 30 Januari 2018 | 17:36 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

London - Kondisi perekonomian Inggris diperkirakan akan menjadi lebih buruk setelah resmi meninggalkan Uni Eropa (UE). Perekonomian Inggris tidak lagi seperti dulu, meskipun ada kesepakatan perdagangan lanjut dengan UE.

Hal itu terungkap dari laporan yang bocor mengenai prediksi mendatang terhadap perekonomian Inggris yang akan disampaikan pada pemerintah. Pada Senin (29/1), situs berita BuzzFeed yang mengutip laporan itu melaporkan jika Inggris mencapai kesepakatan perdagangan bebas dengan UE, pertumbuhan akan menjadi 5% lebih rendah dari perkiraan saat ini selama 15 tahun.

Dokumen tersebut dimaksudkan untuk diperlihatkan secara rahasia kepada menteri kabinet minggu ini. Namun analisis ekonomi itu dibocorkan dalam perkembangan yang memalukan bagi Perdana Menteri Theresa May dan Sekretaris Brexit David Davis.

Dokumen yang tertanda Januari 2018 itu, menyebutkan jika tidak ada kesepakatan dan Inggris menggunakan persyaratan Organisasi Perdagangan Dunia, pertumbuhan akan turun hingga 8%. Jika Inggris tetap berada di pasar tunggal UE namun sebagai anggota non-blok, penurunannya hanya menjadi 2%.

Pemerintah mempertahankan argumen bahwa Inggris akan dapat melakukan kesepakatan perdagangan baru di seluruh dunia. Kebijakan Brexit diklaim akan dapat mengganti setiap dampak penurunan ekonomi dengan UE.

Tidak Cukup

Analisis yang bocor itu menyatakan pula kesepakatan perdagangan baru dengan Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Tiongkok, India dan negara-negara lain akan mendorong pertumbuhan. Namun kesepakatan tersebut tidak cukup untuk mengimbangi pendapatan yang hilang dari UE, yang saat ini merupakan mitra dagang terbesar Inggris.

Pada Senin (29/1), pemerintah Inggris tidak menentang keaslian dokumen tersebut, Namun pemerintah tidak akan berkomentar mengenai analisis internal Brexit.

Laporan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian prediksi para ekonom bahwa meninggalkan UE akan membahayakan ekonomi Inggris. Sebaliknya, pendukung Brexit menunjukkan bahwa banyak prakiraan semacam itu sejauh ini belum pernah terjadi.

Dokumen tersebut kemungkinan akan terus mengobarkan permusuhan di pemerintahan Konservatif Inggris, antara mereka yang mendukung putus total dengan UE dan mereka yang ingin menjaga ekonomi Inggris tetap sejajar dengan Uni Eropa mungkin setelah Brexit pada Maret 2019.
Laporan tersebut mendorong Chris Leslie, anggota parlemen Partai Buruh dan pendukung kelompok Open Britain yang berkampanye menentang keras Brexit, untuk meminta pembebasan dokumen publik tersebut.

"Tidak mengherankan jika pemerintah berulang kali menolak untuk mempublikasikan analisis Brexit yang serius. Penilaian dampak mereka sendiri menggarisbawahi apa yang telah lama terlihat jelas, bahwa rencana sembrono mereka untuk keluar dari pasar tunggal dan serikat bea cukai akan membuat kita semua, jauh lebih buruk,” kecamnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Donald Trump Ancam Habisi Taliban

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bersumpah akan melakukan langkah apapun untuk mengalahkan atau menghabisi kelompok militan Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 30 Januari 2018

Lawatan Presiden Jokowi ke Afghanistan Lancar

Lawatan Presiden RI Joko Widodo ke Afghanistan, Senin (29/1), berjalan lancar dan aman di tengah situasi siaga tinggi keamanan akibat serangkaian serangan bom di Kabul.

DUNIA | 30 Januari 2018

Jokowi Terima Penghargaan dari Presiden Afghanistan

Penyematan medali ini merupakan penghormatan kepada Presiden Jokowi atas keteguhan dan keberanian dalam memajukan hubungan bilateral Indonesia-Afghanistan.

DUNIA | 30 Januari 2018

Tiba di Afghanistan, Jokowi Dikawal Ekstra Ketat

Kondisi Afghanistan saat Jokowi tiba sangat mencekam akibat serangan bom yang menewaskan 103 orang.

DUNIA | 29 Januari 2018

Presiden Mendarat di Kabul

Kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Afghanistan adalah yang kedua bagi Presiden Republik Indonesia, setelah kunjungan Presiden Sukarno, pada tahun 1961.

DUNIA | 29 Januari 2018

Amerika Serikat Diserang Epidemi Flu, 37 Anak Meninggal

CDC memperkirakan jumlah korban jiwa secara total, termasuk anak-anak dan orang dewasa, dapat mencapai 50.000 orang

DUNIA | 29 Januari 2018

Kunjungi Kabul, Jokowi Ingin Tunjukkan Perlawanan terhadap Teror

Kunjungan ke Kabul adalah langkah yang superberani, karena negara negara besar lain di dunia justru mengeluarkan travel warning ke Afghanistan

DUNIA | 29 Januari 2018

Indonesia-Bangladesh Perkokoh Kerja Sama Ekonomi

Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Rakyat Bangladesh sepakat memperkokoh kerja sama di bidang ekonomi serta menciptakan peluang kerja sama baru lainnya.

DUNIA | 28 Januari 2018

Presiden Kunjungi Kediaman Sheikh Mujibur Rahman

Presiden mengunjungi kediaman pemimpin Bangladesh pertama Sheikh Mujibur Rahman yang kini berfungsi sebagai Bangabhandu Memorial Museum di Dhaka, Bangladesh.

DUNIA | 28 Januari 2018

Pendiri IKEA Meninggal Dunia

Ingvar Kamprad meninggal dunia dalam usia 91 tahun.

DUNIA | 28 Januari 2018


TAG POPULER

# PPKM Level 4 Diperpanjang


# Akidi Tio


# Greysia Polii


# Olimpiade Tokyo


# Anthony Ginting



TERKINI

Soal Pencairan BLT Rp 1,2 Juta untuk PKL dan Warteg, Ini Kata Airlangga

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS