Presiden Donald Trump Sampaikan Pidato Kenegaraan Perdana
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-1.54)   |   COMPOSITE 6307.13 (-48.56)   |   DBX 1215.21 (-5.42)   |   I-GRADE 185.638 (-0.44)   |   IDX30 533.814 (-2.1)   |   IDX80 142.76 (-0.73)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.99)   |   IDXESGL 147.067 (-0.47)   |   IDXG30 144.927 (0.21)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.43)   |   IDXQ30 151.508 (0.19)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-2.83)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.26)   |   IDXV30 144.532 (-2.19)   |   INFOBANK15 1076.36 (2.19)   |   Investor33 457.615 (-2.19)   |   ISSI 184.91 (-1.68)   |   JII 650.972 (-4.67)   |   JII70 227.363 (-1.7)   |   KOMPAS100 1270.4 (-8.29)   |   LQ45 991.58 (-3.63)   |   MBX 1739.82 (-14.27)   |   MNC36 337.819 (-1.76)   |   PEFINDO25 325.262 (6.76)   |   SMInfra18 322.474 (-5.58)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.01)   |  

Presiden Donald Trump Sampaikan Pidato Kenegaraan Perdana

Rabu, 31 Januari 2018 | 11:09 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan perdananya. Dalam pidatonya, Trump mengajak kubu Republik dan Demokrat bersatu dan mencari jalan tengah terhadap isu-isu seperti imigrasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Dalam setahun terakhir, dunia melihat bahwa rakyat Amerika adalah orang-orang yang pemberani dan bertekad kuat. Jika ada gunung, akan kita daki. Jika ada perbatasan, akan kita seberangi. Jika ada tantangan, akan kita lawan. Jika ada peluang, akan kita manfaatkan. Mari kita awali malam ini dengan menyadari bersama-sama bahwa persatuan bangsa kita kuat sekuat orang-orangnya. Bersama kita membangun Amerika yang aman, kuat dan membanggakan," kata Trump.

Di awal pidato, Trump menceritakan kembali tragedi yang dialami warga AS, dari bencana alam hingga penembakan massal.

"Setiap ujian berhasil menciptakan pahlawan baru yang mengingatkan kita akan identitas bangsa kita dan kemampuan kita," kata Trump.

Tahun pertama Pemerintahan Trump diwarnai dengan elektabilitas yang sangat rendah. Bahkan, sebuah survei menunjukkan bahwa Trump cenderung memecah belah AS, bukannya mempersatukan.

Di sektor ekonomi, Trump sesumbar atas keberhasilannya mendorong perekonomian AS.
"Tingkat kepercayaan usaha kecil di rekor tertinggi. Pasar modal terus menciptakan rekor baru, meraih kapitalisasi pasar hingga US$ 8 triliun dalam periode yang singkat," kata Trump.

Trump juga mengklaim kebijakan pemotongan pajak untuk perusahaan besar akan meningkatkan pendapatan atau gaji karyawan mulai bulan depan. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan kenaikan upah karyawan bisa terjadi di atas gelombang PHK akibat banyak perusahaan yang menutup sebagian operasi mereka.

Trump juga sesumbar dirinya berhasil memangkas birokrasi dan mengumumkan paket infrastruktur senilai US$ 1,5 triliun.

Soal konflik dengan Korea Utara, Trump mengatakan bahwa kebijakan nuklir Pyongyang merupakan ancaman serius terhadap AS. "Kami akan menekan secara maksimal untuk mencegah hal-hal buruk terjadi," kata Trump.

Selain itu, Trump mengatakan perang melawan ISIS belum selesai dan AS akan terus berperang.

Isu imigrasi merupakan isu yang paling memecah belah AS. Insiden ditutupnya pemerintahan AS sementara (shutdown) pekan lalu, diakibatkan oleh mentoknya pembahasan imigrasi, pada khususnya isu deportasi imigran anak yang tidak terdokumentasi (dreamers).

Trump berjanji akan mencari jalan tengah dan melindungi 1,8 juta dreamers dari deportasi yang bisa dimulai sejak 5 Maret nanti. Untuk merealiasasikan ini, Trump ingin Demokrat menyetujui anggaran pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko dan memperketat kebijakan imigrasi AS. Pidato Trump soal isu imigrasi disambut dengan sorakan tidak setuju dari kubu Demokrat.

Joe Kennedy III dari kubu Demokrat menyampaikan jawaban atas pidato Trump. Menurut kubu Demokrat, kebijakan Trump diskriminatif.

"Mudah sekali menganggap kejadian-kejadian tahun lalu hanya sebagai bagian dari politik. Pemerintahan Trump tidak hanya mengincar undang-undang yang melindungi kita, tetapi juga gagasan bahwa perlindungan itu untuk semua," kata Kennedy.



Sumber: NPR, Bloomberg


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Banjir dan Longsor Ancam 100.000 Pengungsi Rohingya

Lebih dari 100.000 pengungsi Rohingya yang berada di kamp-kamp kumuh dan berlumpur di Bangladesh berada dalam situasi bahaya.

DUNIA | 30 Januari 2018

Korut Batal Ikut Olimpiade Bersama Korsel

Korea Utara (Korut) telah membatalkan rencana pertunjukan budaya bersama dengan para seniman dari Korea Selatan (Korsel).

DUNIA | 30 Januari 2018

PascaBrexit, Perekonomian Inggris Akan Lebih Buruk

Kondisi perekonomian Inggris diperkirakan akan menjadi lebih buruk setelah resmi meninggalkan Uni Eropa (UE).

DUNIA | 30 Januari 2018

Donald Trump Ancam Habisi Taliban

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bersumpah akan melakukan langkah apapun untuk mengalahkan atau menghabisi kelompok militan Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 30 Januari 2018

Lawatan Presiden Jokowi ke Afghanistan Lancar

Lawatan Presiden RI Joko Widodo ke Afghanistan, Senin (29/1), berjalan lancar dan aman di tengah situasi siaga tinggi keamanan akibat serangkaian serangan bom di Kabul.

DUNIA | 30 Januari 2018

Jokowi Terima Penghargaan dari Presiden Afghanistan

Penyematan medali ini merupakan penghormatan kepada Presiden Jokowi atas keteguhan dan keberanian dalam memajukan hubungan bilateral Indonesia-Afghanistan.

DUNIA | 30 Januari 2018

Tiba di Afghanistan, Jokowi Dikawal Ekstra Ketat

Kondisi Afghanistan saat Jokowi tiba sangat mencekam akibat serangan bom yang menewaskan 103 orang.

DUNIA | 29 Januari 2018

Presiden Mendarat di Kabul

Kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Afghanistan adalah yang kedua bagi Presiden Republik Indonesia, setelah kunjungan Presiden Sukarno, pada tahun 1961.

DUNIA | 29 Januari 2018

Amerika Serikat Diserang Epidemi Flu, 37 Anak Meninggal

CDC memperkirakan jumlah korban jiwa secara total, termasuk anak-anak dan orang dewasa, dapat mencapai 50.000 orang

DUNIA | 29 Januari 2018

Kunjungi Kabul, Jokowi Ingin Tunjukkan Perlawanan terhadap Teror

Kunjungan ke Kabul adalah langkah yang superberani, karena negara negara besar lain di dunia justru mengeluarkan travel warning ke Afghanistan

DUNIA | 29 Januari 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS