Tinggal di AS, WNI Pelarian Krisis 1998 Batal Dideportasi

Tinggal di AS, WNI Pelarian Krisis 1998 Batal Dideportasi
Sebanyak 50 warga negara Indonesia yang tinggal secara ilegal di New Hampshire, Amerika Serikat tidak jadi dideportasi. Hakim Patti Saris dari Boston mengatakan bahwa jika mereka dipulangkan, maka mereka bisa menjadi korban persekusi di Indonesia. (Foto: Reuters / Brian Snyder)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 3 Februari 2018 | 17:25 WIB

New England - Sebanyak 50 warga negara Indonesia yang tinggal secara ilegal di New Hampshire, Amerika Serikat tidak jadi dideportasi. Hakim Patti Saris dari Boston mengatakan bahwa jika mereka dipulangkan, maka mereka bisa menjadi korban persekusi di Indonesia.

Para WNI ilegal ini adalah warga Indonesia yang meninggalkan tanah air dua dekade lalu karena krisis 1998, yang diwarnai penjarahan, persekusi, dan kekerasan terhadap warga keturunan Tionghoa.

Mereka diperbolehkan tinggal di New England selama bertahun-tahun karena adanya perjanjian informal dengan Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Namun, Presiden AS Donald Trump tahun lalu memerintahkan perjanjian tersebut dicabut sehingga mereka terancam deportasi.

Hakim Saris pada hari Kamis (1/2) waktu setempat mengatakan bahwa sebelum ICE mendeportasi para WNI ilegal tersebut, mereka memiliki kesempatan untuk mengajukan izin tinggal resmi atas alasan jika mereka pulang, maka mereka akan menjadi korban persekusi.

Sandra Pontoh, pastur dari Madbury Maranatha Indonesian Fellowship di Madbury, New Hampshire menyambut baik putusan Hakim Saris.

"Ini persis yang kami harapkan. Kawan-kawan dan pengacara kami akan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kasus kami," kata Sandra kepada Reuters.

Departemen Kehakiman AS belum memberikan jawaban.



Sumber: Reuters, The Jakarta Globe