Ratusan Korban Kapal Feri Tanzania Dimakamkan

Ratusan Korban Kapal Feri Tanzania Dimakamkan
Presiden baru Tanzania, negara di Afrika timur, John Magufuli (Foto: thecitizen.co.tz / IST)
Unggul Wirawan / WIR Senin, 24 September 2018 | 11:41 WIB

Dodoma -Pemakaman para korban kapal feri MV Nyerere di Tanzania telah dimulai, Minggu (23/9). Kapal yang terbalik di Danau Victoria itu telah menewaskan 224 orang.

Menurut Tanzania Broadcasting Corporation, Kasssim Majaliwa, perdana menteri Tanzania, memimpin upacara pemakaman. Para pejabat memastikan tidak ada korban lebih lanjut yang mungkin ditemukan.

Pada Sabtu, penyelam menarik seorang pria keluar dari kapal, dua hari setelah kecelakaan terjadi. MV Nyerere terbalik pada Kamis (20/9) malam, hanya beberapa meter dari Ukerewe, pulau terbesar di danau Victoria.

Pencarian korban bencana di Tanzania berlanjut sebagai korban tewas mencapai 160 orang. Keempat penyelam angkatan laut itu telah melanjutkan pencarian mereka setelah mendengar suara di dalam.

Korban diidentifikasi sebagai insinyur feri, yang terkunci di ruang mesinnya. Kondisi teknisi itu tidak diketahui meskipun seorang saksi mengatakan kepada Reuters. Pria itu kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Kepala pertahanan Tanzania, Venance Mabeyo, mengatakan bahwa tidak ada lagi korban selamat yang kemungkinan ditemukan. Upaya pencarian akan berakhir dan para pejabat sekarang akan fokus untuk mengidentifikasi para korban tewas.

Pada Jumat, Presiden Tanzania, John Magufuli, memerintahkan penangkapan orang-orang yang dicurigai bertanggung jawab dan mendeklarasikan empat hari berkabung untuk para korban.

Saksi korban bernama Ochori Burana mengatakan kapal feri MV Nyerere penuh sesak dengan ratusan orang menuju ke pasar terbuka yang populer. Namun Kamis malam, kapal terbalik di Danau Victoria.

Beberapa saat sebelum tragedi itu, kata Burana, kapal feri berbelok tajam dan berujung ke satu sisi. Belokan itu melemparkan orang dan muatan ke dalam air danau yang dingin.

Kepada Tanzania Broadcasting Corp. yang dikelola pemerintah, Burana menuturkan dia melompat keluar sebelum turun dan mencengkeram ban mobil yang hanyut di air. Dia menggunakannya untuk tetap mengapung selama sekitar 15 menit sampai nelayan menyelamatkannya. Burana mengaku kehilangan enam saudara yang bepergian bersamanya.



Sumber: Suara Pembaruan