Din: Kolaborasi Rusia-Dunia Islam Bisa Jadi Solusi Masalah Peradaban

Din: Kolaborasi Rusia-Dunia Islam Bisa Jadi Solusi Masalah Peradaban
(Dari kiri) Perdana Menteri Dagestan Artem Zdunov, Presiden Dagestan Vladimir Vasiliev, Din Syamsuddin, dan Ambassador Veniamin Popov saat hadir pada Pertemuan Tahunan Ke-4 Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam yang berlangsung di Makhachkala, Republik Dagestan, Rusia. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / JAS Selasa, 13 November 2018 | 12:16 WIB

Makhachkala - Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan bahwa kolaborasi Rusia dan Dunia Islam dapat menjadi alternatif terhadap penyelesaian masalah peradaban dewasa ini. Pasalnya, Rusia dan Dunia Islam memiliki potensi besar, yang jika dipadukan akan menjadi kekuatan efektif dunia.

"Kolaborasi Rusia dan Dunia Islam dapat menjadi alternatif solusi terhadap masalah peradaban dewasa ini," ujar Din Syamsuddin
pada Pertemuan Tahunan Ke-4 Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam yang berlangsung di Makhachkala, Republik Dagestan, Rusia.

Pertemuan dihadiri sekitar 40 tokoh dari 22 negara Muslim dan dari Federasi Rusia. Pada pembukaan hadir Presiden Republik Tatarstan yang juga sebagai Ketua Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam Rustam Minikhanov, Presiden Republik Dagestan Vladimir Vasiliev, dan Sekjen Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam Veniamin Popov.

Menurut Din Syamsuddin, berbagai krisis yang melanda dunia dewasa ini, seperti krisis pangan, krisis energi dan krisis lingkungan merupakan wujud dari krisis moral. Menurut Din yang sudah menjadi anggota Grup Visi Strategis tersebut sejak 2007, diperlukan solusi yang tepat dan kolaborasi antaragama dan bangsa.

"Kolaborasi Rusia-Dunia Islam perlu mengambil bentuk kerja sama nyata dalam berbagai bidang peradaban, baik ekonomi dan perdagangan, pendidikan, dan budaya, maupun politik dan militer. Kerja sama itu sudah dimulai baik secara multilateral maupun bilateral antara Russia dan salah satu negara Islam," tutur dia.

Namun, kata Din adalah sangat mendesak untuk ditingkatkan terutama dengan pergeseran geopolitik dan geoekonomi dunia dari Atlantik ke Pasifik dengan munculnya Kawasan Asia Timur. Menurut dia, secara khusus kolaborasi Rusia-Dunia Islam perlu mengantisipasi kemunculan Tiongkok dengan ambisi Belt and Road Iniative-nya.

"Ambisi tersebut perlu direspons positif dan menghalanginya agar tidak menjadi kekuatan hegemonik baru di dunia," pungkas dia.

Pertemuan Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam berlangsung setiap tahun dengan tempat berpindah-pindah. Sebelumnya beberapa kali di Moskow, kemudian di Kazan, Grozny City, dan sekarang di Ibu Kota Dagestan,Makhachkala.

Pada kesempatan pertemuan d iMakhachkala, Din Syamsuddin, yang juga Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Sumbawa, juga menawarkan beasiswa bagi anak-anak Muslim Rusia untuk belajar ke Sumbawa (sebelumnya sudah ada empat santri dari Rusia di antara 46 santri dari berbagai negara).



Sumber: BeritaSatu.com