Dubes Saudi: Rizieq Syihab Tidak Bermasalah

Dubes Saudi: Rizieq Syihab Tidak Bermasalah
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi (kedua dari kiri) didampingi Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas (tiga dari kiri) dan Pengurus PP Muhammadiyah Muhyidin Junaidi (kanan) memberikan keterangan pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018). ( Foto: Suara Pembaruan / Unggul Wirawan )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 13 November 2018 | 17:59 WIB

Jakarta- Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, mengatakan Rizieq Shihab (RS) tidak bermasalah di Arab Saudi. Sepanjang ada pihak yang menjamin, Saudi bahkan tidak mempermasalahkan soal izin tinggal.

“Kalau Rizieq memiliki masalah di Saudi, tentu dia sudah dipenjara. Kita lihat selama ini dia masih dijamin kehidupannya, diperhatikan kehidupannya, baik oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi,” kata Osama saat jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (13/11).

Namun ketika dikejar pertanyaan wartawan soal siapa penjamin RS dari pihak Indonesia dan dari Saudi, Dubes Osama berkelit.

“Kami sebut demikian, tapi secara pribadi. Rizieq adalah orang yang mampu dan cukup terutama berkaitan finansial. Cukup untuk menghidupi dirinya. Tapi saya tidak punya informasi lagi berkaitan soal itu,” tambahnya.

Ketika dikonfirmasi kepada Pengurus PP Muhammadiyah Muhyidin Junaidi, Dubes Osama mengatakan bahwa RS tidak pernah melakukan keonaran dan tidak ada kaitan dengan kriminal.

“Beliau bilang, beliau kan diplomat, dia bilang RS adalah pemimpin umat Islam. WNI, banyak pendukung, dia hidup aman dan bebas di Saudi. Bahkan Rizieq adalah korban dari kelompok tertentu yang sengaja menciptakan instabilitas. Dubes bilang begitu,” kata Muhyidin yang juga menjabat Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Mengutip pernyataan Dubes Osama, terkait kasus bendera Tauhid, Muhyidin mengatakan seandainya RS adalah orang jahat, pasti dia sudah dideportasi.

“Jadi RS bukan diperiksa, tapi memberikan penjelasan, keterangan tentang bendera Tauhid yang ditempel di belakang rumahnya. Dia adalah korban, dia bukan tertuduh, dia bukan ditahan, tapi memberikan penjelasan lengkap,” tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan