60% Listrik Dicuri, Liberia Merugi US$ 35 Juta

60% Listrik Dicuri, Liberia Merugi US$ 35 Juta
Petugas listrik memperbaki jaringan di kota Monrovia, Liberia. ( Foto: norway.no / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 8 Desember 2018 | 19:49 WIB

Monrovia-Setiap tahun, orang-orang Liberia mencuri sekitar 60% listrik. Menurut kantor perusahaan listrik negara, warga melakukan sambungan ilegal ke rumah-rumah dan instalasi bisnis.

“Pencurian itu menyebabkan kerugian tahunan sekitar US$ 35 juta. Aktivitas ini merampas utilitas uang tunai untuk memperpanjang pasokan listrik,” kata pejabat Kantor Listrik Liberia kepada radio negara.

Liberia sedang berusaha untuk membangun kembali sektor listriknya, yang dihancurkan selama perang sipil yang berlangsung dari 1989 hingga 2003.

Amerika Serikat (AS) memberikan bantuan keuangan dan teknis kepada negara Afrika Barat untuk meningkatkan konektivitas, sebagai bagian dari inisiatif Power Africa yang diluncurkan oleh mantan presiden AS Barack Obama untuk menyuplai listrik kepada 50 juta orang di sub-Sahara Afrika pada tahun 2020.

Tetapi, hingga saat ini, akses listrik ini dimiliki hanya 12% penduduk Liberia dan kurang dari 20% penduduk di ibu kota, Monrovia. Nilai ini merupakan salah satu tingkat akses terendah di dunia.

Pemerintah Liberia telah menetapkan target untuk memberikan layanan listrik ke 70% populasi Monrovia lebih dari satu juta pada 2030.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE