Survei Terbaru: Mayoritas Warga Inggris Tolak Brexit

Survei Terbaru: Mayoritas Warga Inggris Tolak Brexit
Pendukung Inggris tetap bergabung dalam Uni Eropa. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Minggu, 9 Desember 2018 | 05:02 WIB

London - Mayoritas warga Inggris sekarang berpendapat bahwa negara itu sebaiknya tetap bergabung dengan Uni Eropa (UE).

Hal tersebut terungkap dalam hasil jajak pendapat yang dirilis beberapa hari sebelum dilakukannya pemungutan suara di parlemen terkait keluarnya Inggris dari UE atau Brexit.

Penelitian oleh lembaga survei BMG Research bekerja sama dengan media lokal The Independent menunjukkan bahwa sampai bulan ini, 52% rakyat menghendaki tetap bersama UE.

Jumlah mereka yang ingin tetap di UE itu makin meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dan menembus di atas 50% pada Desember ini, karena makin rumitnya realitas kalau Brexit dilaksanakan.

Hasil survei juga menunjukkan hampir setengah responden berpendapat bahwa perjanjian penarikan diri dari UE yang diajukan Perdana Menteri Theresa May adalah kesepakatan yang buruk atau bad deal bagi Inggris, dan sekitar jumlah serupa mengatakan parlemen harus menolak perjanjian itu ketika mereka menggelar rapat Selasa (11/12) depan.

Kepada sekitar 1.500 responden, BMG Research bertanya “apakah Inggris harus tetap menjadi anggota Uni Eropa, atau meninggalkan Uni Eropa?", dan 52% menjawab tetap bersama UE, 40% menjawab meninggalkan UE, 6% mengatakan tidak tahu, dan hanya 1% yang menolak menjawab.

Awal tahun ini, opsi tetap bersama UE hanya dipilih sekitar 40% responden, tetapi pada September dan Oktober mulai meningkat pesat, kemudian mencapai 49% pada November, dan melampaui 50% bulan ini.

Saat ditanya apakah perjanjian penarikan diri dari UE yang disiapkan May adalah “good deal” atau “bad deal”, 49% memilih jawaban yang terakhir.

Hanya 13% yang mengatakan draft dari perdana menteri itu adalah kesepakatan yang bagus, 23% menjawab tidak bagus dan tidak jelek, dan 15% menjawab tidak tahu.

Atas pertanyaan apakah parlemen harus mendukung atau menolak draft perjanjian itu, 43% menjawab harus ditolak, 26% mengatakan supaya diterima, dan 31% menjawab tidak tahu.

Kemudian, 43% responden berpendapat May harus mundur jika strateginya gagal, 36% mengatakan dia bisa tetap menjabat, dan 22% tidak tahu.



Sumber: The Independent
CLOSE