Tiongkok Tawarkan Bos Tesla Status Permanent Resident

Tiongkok Tawarkan Bos Tesla Status Permanent Resident
CEO Tesla Elon Musk (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang ketika tiba untuk pertemuan di kompleks kepemimpinan Zhongnanhai di Beijing, Rabu (9/1). ( Foto: AFP / Mark Schiefelbein )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 12 Januari 2019 | 08:13 WIB

Beijing- Tiongkok menawarkan “kartu hijau” untuk menjadi permanent resident kepada pimpinan dari perusahaan otomotif Amerika Serikat (AS) Tesla, Elon Musk. Ini adalah penawaran istimewa yang hanya bisa dinikmati sekelompok elite asing, termasuk beberapa peraih Nobel dan mantan bintang NBA.

Musk berada di Tiongkok, Kamis (10/1), untuk menghadiri peletakkan batu pertama dari pabrik luar negeri Tesla yang pertama. Tesla akan mendapat keuntungan karena bisa menjual kendaraannya secara langsung ke pasar terbesar dunia untuk kendaraan listrik.

Pengusaha ternama itu bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Li Keqiang, Rabu (9/1), di Beijing, untuk membicarakan ambisi Tesla. “Saya berharap untuk membangun pabrik Tesla di Shangai menjadi contoh global. Saya sangat mencintai Tiongkok, saya ingin berkunjung ke sini lebih sering,” kata Musk kepada Li, dikutip dari pernyataan tertulis resmi dari pemerintah Tiongkok.

Li menanggapi, “Jika hal itu benar-benar ada dalam pikiran Anda, kami bisa memberikan Anda kartu hijau Tiongkok.” Namun, pihak Tesla menolak untuk memberikan komentar atas pernyataan tersebut.

Jumlah warga asing dengan status permanent resident di Tiongkok mencapai 10.000 orang pada 2016. Mereka antara lain ilmuwan Belanda Bernard Feringa, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2016 dalam bidang kimia, mantan bintang NBA Stephon Marbury, dan pemenang hadiah Nobel bidang ekonomi Robert Mundell.

Kartu hijau Tiongkok digambarkan sebagai salah satu tugas paling sulit yang didapatkan di dunia. Secara kontras, lebih dari satu juta warga dari AS saja telah menjadi permanent resident pada 2017.



Sumber: Suara Pembaruan