Pangkalan Militer Yaman Diserang "Drone" Houthi

Pangkalan Militer Yaman Diserang
Gambar yang diambil dari video AFPTV menunjukkan seorang tentara Yaman yang terluka dibawa oleh rekan-rekannya setelah pesawat nirawak meledak di atas pangkalan udara al-Anad Yaman di provinsi selatan Lahj yang dikuasai pemerintah, Kamis (10/1). ( Foto: AFP / AFPTV / Nabil HASAN )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:56 WIB

Al Anad-Pesawat nirawak pemberontak Houthi menghantam pangkalan udara terbesar Yaman, Kamis (10/1). Serangan itu menewaskan enam tentara loyalis dalam parade militer dalam serangan yang mengancam menghambat upaya perdamaian yang dipimpin Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Pemberontak Syiah Houthi mengaku telah melakukan serangan di pangkalan udara Al-Anad, di provinsi Lahij yang dikuasai pemerintah sekitar 60 kilometer (40 mil) utara kota kedua Yaman, Aden.

Setidaknya 12 orang terluka, termasuk komandan tinggi, menurut petugas medis di rumah sakit Ibn Khaldoun di ibu kota provinsi Huta. Rekaman serangan menunjukkan satu pesawat nirawak meledak di atas podium, tempat puluhan personel militer berdiri.

Para tentara bergegas membawa kawannya yang terluka ke kendaraan militer, sementara seorang pria memegang kamera tergelak berdarah di tanah. Seorang koresponden AFP di tempat kejadian mengatakan wartawan termasuk di antara yang terluka.

Dibangun oleh Uni Soviet saat Perang Dingin, pangkalan militer Al-Anad menjadi markas besar bagi pasukan AS. Pangkalan ini berfungsi untuk mengawasi perang pesawat nirawak yang telah berlangsung lama melawan Al-Qaeda sampai Maret 2014, ketika itu dikuasai oleh Houthi.

Pasukan pemerintah merebut pangkalan militer Al-Anad kembali pada Agustus 2015 ketika mereka merebut lagi wilayah dari pemberontak dengan dukungan dari koalisi militer yang dipimpin Saudi.

Para dokter di rumah sakit Ibn Khaldoun kepada AFP, tanpa menyebut nama mengatakan Wakil Kepala Staf Yaman Saleh al-Zandani, Brigadir Jenderal intelijen Saleh Tamah dan komandan senior militer Fadel Hasan termasuk di antara yang terluka, bersama dengan gubernur Lahij Ahmad Abdullah al-Turki.



Sumber: Suara Pembaruan