Berbekal Suaka, Remaja Saudi Al-Qunun Tiba di Kanada

Berbekal Suaka, Remaja Saudi Al-Qunun Tiba di Kanada
Wanita Saudi Rahaf Mohammed al-Qunun (kedua dari kiri) dikawal oleh petugas imigrasi Thailand dan pejabat Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di bandara internasional Suvarnabhumi di Bangkok, Senin (7/1). ( Foto: AFP / Biro Imigrasi Thailand )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 14 Januari 2019 | 20:25 WIB

Toronto- Remaja asal Arab Saudi yang kabur dari keluarganya saat berada di Kuwait, Rahaf Mohammed al-Qunun (18), telah tiba di Kanada setelah menerima suaka dari di sana. Kedatangan al-Qunun disambut oleh Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland di bandara Toronto, Minggu (13/1).

“Ini adalah warga baru Kanada yang sangat berani,” kata Freeland kepada wartawan sambil tersenyum kepada al-Qunun yang berada di sampingnya.

Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau, Jumat (11/1), mengatakan negaranya menerima permintaan dari Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) agar mengambil al-Qunun. 

Remaja Saudi ini merebut perhatian internasional sejak awal pekan ini karena membarikade dirinya sendiri di ruangan hotel bandara Bangkok, Thailand, demi melindungi dirinya agar tidak dideportasi kepada keluarganya.

Menurut Freeland, keputusan untuk menerima permintaan al-Qunun adalah bagian dari kebijakan Kanada untuk mendukung perempuan dan remaja perempuan di seluruh dunia. “Sudah jelas penindasan terhadap perempuan bukan masalah yang bisa diselesaikan dalam satu hari, tapi bukannya mengutuk kegelapan, tapi kami meyakini untuk memberikan terang dengan satu lilin,” katanya.

“Di mana kami bisa menolong seorang perempuan, satu orang pun, itu hal baik untuk dilakukan,” tambah Freeland.

Al-Qunun menyampaikan pesan di Twitter untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang menolongnya. “Saya ingin berterima kasih kepada orang-orang untuk mendukung saya dan menyelamatkan hidup saya,” tulisnya.

Keputusan Kanada untuk memberikan suaka kepada al-Qunun kemungkinan akan memperburuk hubungan Kanada dengan Saudi yang sudah buruk. Tahun 2018, Kanada melarang duta besarnya ke Riyadh setelah Ottawa mengkritik otoritas Saudi yang menahan para aktivis perempuan.



Sumber: Suara Pembaruan