Polisi India Tahan 31 Rohingya di Perbatasan dengan Bangladesh

Polisi India Tahan 31 Rohingya di Perbatasan dengan Bangladesh
Puluhan warga Rohingya telah menyeberangi perbatasan Bangladesh dari India karena khawatir dideportasi. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 24 Januari 2019 | 09:37 WIB

New Delhi- Polisi India, Selasa (21/1), menahan 31 warga Rohingya yang tertahan di perbatasan setelah mereka ditolak masuk ke Bangladesh. Para pejabat perbatasan gagal untuk menyepakati apa yang harus dilakukan orang-orang itu setelah mereka melarikan diri dari tindakan keras India.

Pemerintah nasionalis Hindu India menyatakan Rohingya sebagai orang asing yang ilegal dan beresiko mengancam keamanan. India telah memerintahkan puluhan ribu Rohingya yang tinggal tersebar di permukiman dan daerah kumuh di negara itu untuk diidentifikasi dan dipulangkan.

Warga Rohingya yang terdampar, termasuk perempuan dan anak-anak, telah tertahan di pulau tak berpenghuni di perbatasan India-Bangladesh sejak Jumat (18/1). Dua putaran pembicaraan antara para pejabat perbatasan gagal mendapatkan solusi.

“Kami telah menahan mereka di bawah Undan-undang Warga Asing dengan tuduhan masuk ke India tanpa dokumen perjalanan resmi,” kata seorang pejabat polisi di negara bagian timur laut India, Tripura, yang berbatasan dengan Bangladesh.

Ratusan ribu anggota Rohingya telah melarikan diri dari komunitas mereka di Rakhine State, Myanmar, karena diskriminasi dan terancam nyawanya. Banyak dari mereka yang ditampung oleh Bangladesh, yaitu mencapai hampir satu juta orang, tapi sisanya berada di India, Asia Tenggara, dan sekitarnya.

UNHCR

Sebanyak 31 orang yang ditahan tersebut tinggal di Kashmir dan beberapa di antaranya memegang kartu identitas yang dikeluarkan oleh badan pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (UNHCR).

Menurut UNHCR, sekitar 16.500 warga Rohingya di India dengan kartu identitas mengatakan kartu itu bisa mencegah pelecehan, penangkapan sewenang-wenang, penahanan, dan deportasi. Tapi India tidak mengakui kartu itu.

Deportasi India terhadap tujuh pria Rohingya ke Myanmar pada Oktober 2018 telah meningkatkan kekhawatiran dari komunitas yang lebih luas, sehingga menyebabkan ratusan keluarga Rohingya meninggalkan India ke Bangladesh.

Polisi India menangkap kelompok lainnya terdiri dari 30 Rohingya di negara bagian timur laut, Assam, dimana mereka pindah setelah tinggal selama enam tahun di Jammu dan Kashmir, yaitu satu-satunya negara bagian mayoritas Islam di India.



Sumber: Suara Pembaruan