3.000 Warga Selandia Baru Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan

3.000 Warga Selandia Baru Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan
Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan di wilayah Wakefield, Selandia Baru, 8 Februari 2019, telah memaksa warga mengungsi dari rumah mereka. ( Foto: Dok SP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Senin, 11 Februari 2019 | 15:06 WIB

Sydney, Beritasatu.com - Sekitar 3.000 warga mengungsi dari rumah mereka karena dampak asap akibat kebakaran hutan yang elanda Pulau Selatan, Selandia Baru, selama sepekan terakhir.  Otoritas setempat memperkirakan angin kencang yang bertiup akan memicu kebakaran hutan terus meluas.

Badan Pertahanan Sipil Selandia Baru, menyatakan kebakaran Lembah Pigeon meliputi 2.300 hektar dengan 25 kilometer perimeter. Tidak ada kematian yang dilaporkan dari peristiwa itu dan hanya satu rumah yang hancur.

“Ada beberapa kekhawatiran tentang prediksi angin kencang siang ini, yang diperkirakan akan menguji garis kontrol,” sebut pernyataan Badan Pertahanan Sipil.

Pada Minggu (10/2) pagi, sekitar 155 pemadam kebakaran berjuang mengatasi kobaran api di darat dengan dukungan dari 23 helikopter dan tiga pesawat sayap tetap. Upaya pemadaman itu tercatat sebagai yang terbesar di Selandia Baru. Para pengungsi dipaksa meninggalkan wilayah Lembah Wakefield dan Pigeon.

Manajer Komunikasi Palang Merah Selandia Baru, Ellie van Baaren, mengatakan warga yang dievakuasi kelelahan dan frustasi. “Ketika Anda harus meninggalkan rumah Anda dan dalam beberapa kasus, ternak dan hewan peliharaan mereka, anda tidak tahu jadi apa mereka, dan anda tinggal dengan teman atau keluarga, maka itu situasi tidak pasti untuk semua orang,” kata Ellie van Baaren.

Sebagian besar wilayah yang terdampak di selatan Nelson dipakai untuk kehutanan, tapi banyak juga terdapat pertanian-pertanian kecil. Beberapa ternak juga berhasil dipindahkan secara aman. Kebakaran dimulai sejak Senin (4/2) dan Selasa (5/2), lalu menyebar secara cepat.

Pada Rabu (6/2), otoritas mengumumkan keadaan darurat. Ratusan sukarelawan dan pemadam kebakaran profesional, polisi, dan personil pertahanan sipil dan militer ikut terlibat memadamkan api.

 



CLOSE