Kapal Tabrakan, Singapura dan Malaysia Kembali Bersitegang

Kapal Tabrakan, Singapura dan Malaysia Kembali Bersitegang
Pemandangan udara yang diambil dari helikopter menunjukkan kapal tanker LNG sedang dipandu di sepanjang selat Johor yang berbatasan dengan Singapura pada 2 Februari 2016. ( Foto: AFP / ROSLAN RAHMAN )
Jeanny Aipassa / WIR Selasa, 12 Februari 2019 | 18:53 WIB

Singapura,Beritasatu.com- Pemerintah Singapura dan Malaysia kembali bersitegang soal batas perairan, pasca insiden kapal Malaysia yang bertabrakan dengan kapal Piraeus dari Yunani, pada Sabtu (9/2). Pemerintah Singapura memerintahkan otoritas Malaysia untuk menarik kapal dari wilayah yang diklaim sebagai batas perairan Singapura.

Pada Sabtu, kapal Piraeus yang terdaftar di Yunani bertabrakan dengan kapal Departemen Kelautan Malaysia yang sedang diparkir di perairan yang diklaim Singapura sebagai bagan dari batas pelabuhannya. Kapal Piraeus sedang dalam perjalanan dari Singapura ke pelabuhan Tanjung Pelepas Malaysia di Johor ketika tabrakan itu terjadi.

Akibat insiden tersebut, kapal Piraeus beserta awaknya telah ditahan oleh otoritas Malaysia. Hal itu, kemudian ditanggapi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Singapura mengeluarkan pernyataan yang mendesak Malaysia untuk menarik kapal mereka karena menjadi ancaman keselamatan navigasi di wilayah perairan Singapura.

“Singapura mengulangi seruannya kepada Malaysia untuk menarik kapal-kapalnya dari kawasan itu, karena keberadaan kapal-kapalnya jelas merupakan ancaman terhadap keselamatan navigasi di kawasan itu," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Singapura..

Pernyataan resmi Kemlu itu, juga menegaskan bahwa Malaysia akan bertanggungjawab atas segala situasi yang tidak diinginkan, jika tidak segera menarik kapal mereka dari kawasan perairan yang berada dalam kewenangan Singapura.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, Malaysia akan bertanggung jawab atas segala situasi yang tidak diinginkan dan yang timbul dari berlanjutnya penyebaran kapal-kapalnya ke daerah ini," bunyi pernyataan Kemlu Singapura.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) yang menyebut insiden tabrakan kapal Piraeus dengan kapal milik pemerintah Malaysia, dapat berpengaruh negatif bagi komunitas pelayanan dunia yang menggunakan pelabuhan Singapura.

"MPA sangat prihatin bahwa kehadiran kapal yang tidak sah di batas pelabuhan kami dapat menyebabkan kebingungan bagi komunitas pelayaran internasional dan mengancam keselamatan navigasi di perairan kami," demikian pernyataan dari Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura.



Sumber: Suara Pembaruan