Saat 40 Tahun Revolusi, Iran Ancam Hancurkan Israel

Saat 40 Tahun Revolusi, Iran Ancam Hancurkan Israel
Seorang gadis Iran memegang potret Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei selama upacara merayakan ulang tahun ke-40 Revolusi Iran di Teheran, Senin (11/2). ( Foto: AFP / ATTA KENARE )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 12 Februari 2019 | 18:31 WIB

Teheran,Beritasatu.com- Israel dan Iran saling melontarkan ancaman untuk menghancurkan pada Senin (11/2) ketika Republik Islam Iran merayakan peringatan 40 tahun revolusi. Rival regional itu terlibat dalam perang kata-kata yang mengancam untuk saling menyerang.

Seorang komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengancam akan menghancurkan kota-kota Israel di Tel Aviv dan Haifa jika Amerika Serikat (AS) menyerang Iran. Kantor berita IRNA melaporkan provokasi Iran itu merupakan tanggapan tegas dari Israel.

“AS seharusnya tahu bahwa kami akan menghancurkan Tel Aviv dan Haifa jika terjadi serangan militer terhadap kami,” kata Jenderal Yadollah Javani, kepala biro politik Pengawal Revolusi.

Sebaliknya, pada Senin (11/2), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan cepat menanggapi mengatakan ancaman itu akan menandai peringatan revolusi Iran terakhir jika Iran menyerang kota-kota di Israel.

“Saya tidak mengabaikan ancaman dari rezim Iran, tetapi saya juga tidak terintimidasi oleh mereka. Jika rezim ini melakukan kesalahan besar dan mencoba menghancurkan Tel Aviv atau Haifa, Iran tidak akan berhasil dan itu akan menjadi peringatan terakhir dari revolusi mereka yang akan mereka rayakan,” kata Netanyahu dalam video berbahasa Ibrani.

Ratusan ribu warga Iran berbaris dan beberapa membakar bendera AS untuk menandai revolusi ketika Teheran memamerkan rudal balistik yang bertentangan dengan upaya AS untuk mengekang kekuatan militernya.

Televisi pemerintah memperlihatkan banyak orang rela melawan cuaca dingin dan membawa bendera Iran sambil meneriakkan "Kematian bagi Israel, Kematian bagi Amerika" sambil menyanyikan slogan revolusi.

Tentara, pelajar, ulama, dan perempuan berpakaian hitam memegang anak-anak kecil memadati jalan-jalan di Iran. Banyak dari mereka mengusung potret Ayatollah Ruhollah Khomeini, ulama Syiah yang menggulingkan Shah dalam pemberontakan Islam yang masih menghantui Barat.



CLOSE