Pertemuan Kedua di Vietnam

Trump dan Kim Saling Umbar Pujian

Trump dan Kim Saling Umbar Pujian
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri), berjabat tangan dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, saat bertemu sebelum memulai jamuan makam malam, di Hotel Metropole, Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2) malam waktu setempat. ( Foto: Dok SP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Kamis, 28 Februari 2019 | 14:42 WIB

Hanoi, Beritasatu.com -Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, tak lagi sungkan dan saling mengumbar pujian dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) kedua mereka yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, 27-28 Februari 2019.

Saat bertemu di jamuan makan malam, Rabu (27/2/2019), Donald Trump, dan Kim Jong-un langsung menunjukkan keakraban dengan bersalaman dan berangkulan. Donald Trump dan Kim Jong-un bahkan saling berjabat tangan sampai 10 kali, berbagi kata-kata hangat dan tawa saat tampil di depan jurnalis.

Donald Trump memuji Kim Jong-un sebagai seorang “pemimpin besar” dan menyebut potensi ekonomi tidak terbatas yang dimiliki Korut.

“Saya pikir Anda akan memiliki masa depan luar biasa dengan negara Anda, seorang pemimpin hebat, dan saya berharap bisa menyaksikannya dan membantunya terwujud,” kata Donald Trump, yang sehari sebelumnya memanggil Kim Jong-un dengan sebutan “teman saya Kim” di akun Twitter-nya.

Sebaliknya, Kim Jong-un mengatakan Korut telah “disalahpahami” dan “tidak dipercaya” di masa lalu, namun kini memperoleh peluang negosiasi dengan AS berkat Donald Trump.

Kim Jong-un juga memuji langkah-langkah yang dilakukan Donald Trump dan administrasinya untuk meredakan ketegangan dengan Korut, meskipun banyak menghadapi kritikan.

“Ada upaya, apakah karena permusuhan atau tidak, untuk menghalangi jalan yang ingin kita ambil. Saya yakin kita bisa mencapai hasil luar biasa yang disambut semua orang,” kata Kim Jong-un, sambil menambahkan bahwa tantangan-tantangan tersebut telah teratasi.

Donald Trump dan Kim Jong-un sempat bersitegang di tahun pertama pemerintahan Trump sebagai presiden AS. Trump bahkan sempat mengungkapkan kemarahan kepada Kim dengan mengejeknya sebagai “Pria Roket Kecil”.

Namun ketegangan hubungan mereka mereda seiring pendekatan yang dilakukan Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in, pada awal 2018. Keduanya pun sepakat mengadakan pertemuan bersejarah di Singapura Juni 2018.

Pertemuan itu mencairkan ketegangan hubungan antara Donald Trump (72) dan Kim Jong-un (35). Namun hanya sedikit kemajuan sejak pertemuan pertama keduanya pada Juni 2018 di Singapura. Kini, semua mata menantikan langkah-langkah konkret yang akan disepakati di akhir pertemuan Donald Trump dan Kim  Jong-in, di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2).



Sumber: Telegraph/BBC/AFP/Suara Pembaruan