Peringati Penembakkan Dua Masjid di Selandia Baru

Warga Perempuan Selandia Baru Gunakan Kerudung

Warga Perempuan Selandia Baru Gunakan Kerudung
Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya. ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 20 Maret 2019 | 16:54 WIB

Wellington, Beritasatu.com - Warga Ibukota Selandia Baru, Wellington, akan mengadakan peringatan sepekan insiden penembakkan dua masjid di Kota Christchurch, pada Jumat (22/3/2019).

Dalam acara peringatan tersebut, warga perempuan Wellington akan menggunakan tutup kepala seperti kerudung atau hijab sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam dan para korban yang tewas dalam teror penembakan yang dilakukan Brenton Tarrant, pada 15 Maret 2019.

"Jumat (22/3/2019), warga Wellington akan berkumpul ungtuk memperingati seminggu aksi teror tersebut. Warga perempuan diharapkan menggunakan tutup kepala seperti hijab dalam acara tersebut," kata Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (20/3/2019).

Tantowi Yahya mengatakan, penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, masih menimbulkan kesedihan mendalam dan kemarahan seluruh warga Selandia Baru. Namun perasaan itu mereka tumpahkan bukan dalam bentuk ajakan kebencian, tapi seruan untuk saling menyayangi.

Pada Minggu (17/3/2019), hampir 12.000 warga Wellington dari berbagai agama dan ras memenuhi sebuah lapangan untuk bersama-sama berdoa demi kedamaian para korban dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tantowi Yahya mengakui, pemerintahan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, bergerak cepat dalam menangani aksi penembakan brutal itu. Jacinda Ardern bahkan menjadi pemimpin yang berani mengumumkan penembakan di Christchursch sebagai aksi Terorisme.

"Hal ini tidak pernah dilakukan oleh pemimpin dunia manapun, ketika di negerinya terjadi aksi brutal yang memakan korban umat Islam," ujar Tantowi Yahya.

Tantowi yahya juga memuji sikap Jacinda Ardern yang menunjukkan simpati langsung kepada korban dan keluarga korban. Sehari setelah aksi penembakan, Jacinda Ardern langsung terbang ke Christchurch menemui para korban dan keluarganya untuk menunjukkan simpati dan perhatiannya sebagai kepala pemerintahan.

Menurut Tantowi, suasana di Selandia Baru kini berangsur normal, meski tetap ada rasa khawatir dan sedih. Dia mengangumi sikap warga Selandia Baru yang tidak menyebar Hoax, bahkan tidak ada orang serta kelompok yang mempolitisir keadaan untuk kepentingan tertentu.

"Tidak ada pula yang memaki-maki dan demo untuk melampiaskan kemarahan. Semuanya mendengarkan dan turut pada imbauan Pemerintah karena mereka tahu Pemerintah akan mengambil tindakan tegas kepada teroris sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Tantowi Yahya.



Sumber: Suara Pembaruan/Beritasatu.com