Kisruh Dataran Tinggi Golan, Liga Arab Tolak Pengakuan AS

Kisruh Dataran Tinggi Golan, Liga Arab Tolak Pengakuan AS
Menteri Urusan Kedudukan Tunisia Khamaies Jhinaoui (kanan) dan Ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit berbicara pada konferensi pers bersama setelah penutupan KTT Arab ke-30, di Tunis, ibu kota Tunisia, Minggu (31/3/2019). ( Foto: AFP / FETHI BELAID )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 1 April 2019 | 17:47 WIB

Tunis, Beritasatu.com- Liga Arab menolak pengakuan Amerika Serikat (AS) atas kedaulatan Israel terhadap dataran tinggi Golan dan kembali menyerukan pembentukan negara Palestina.

Dalam pertemuan di ibu kota Tunisia, Tunis, Minggu (31/3), para pemimpin Arab itu juga menyatakan akan mendesak resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk melawan keputusan AS.

Para pemimpin Arab yang bergulat dengan perselisihan pahit Teluk Arab, perbedaan atas pengaruh Iran di kawasan, perang di Yaman, dan kerusuhan di Aljazair dan Sudan, akhirnya mendapatkan titik temu setelah pengakuan Presiden AS Donald Trump atas kedaulatan Israel di Golan.

Dalam pernyataan akhir mereka, para pemimpin Arab menegaskan dukungan penuh atas hak Suriah terhadap dataaran tinggi Golan, yang direbut oleh Israel dari Suriah dalam perang tahun 1967. Liga Arab juga menyatakan tekad untuk melanjutkan upaya negosiasi damai antara Israel dan Palestina.

Menteri Luar Negeri Tunisia, Khamis al-Jihnaoui, yang membacakan pernyataan akhir pertemuan ke-30 Liga Arab, menyebut konflik berkelanjutan di dunia Arab, tidak bisa diterima. Namun, pernyataannya tidak menyebut mayoritas konflik yang terjadi di kawasan itu, hanya berpusat kepada langkah terbaru AS atas dataran tinggi Golan dan isu Palestina.

“Rekonsiliasi Arab adalah titik awal untuk stabilitas di kawasan,” kata al-Jihnaoui.

Al-Jihnaoui menekankan lagi tentang sentralitas perjuangan Palestina. Menurutnya, para pemimpin Arab berkomitmen untuk menyelesaikan konflik berdasarkan Inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002 yang menawarkan pengakuan Israel dengan imbalan penarikan penuh dari tanah yang diduduki pasukan Israel dalam perang tahun 1967, termasuk dataran tinggi Golan, Yerusalem Timur, dan Tepi Barat.



Sumber: Suara Pembaruan