Saudi Bantah Beri Uang Tutup Mulut untuk Keluarga Khashoggi

Saudi Bantah Beri Uang Tutup Mulut untuk Keluarga Khashoggi
Jamal Khashoggi
Unggul Wirawan / JAI Kamis, 4 April 2019 | 15:32 WIB

Riyadh, Beritasatu.com - Arab Saudi membantah pemberian rumah mewah dan uang tunjangan bernilai puluhan ribu dolar kepada keluarga almarhum Jamal Khashoggi sebagai uang “tutup mulut”.

Beberapa pejabat Saudi yang dikonfirmasi Washington Post, mengatakan bahwa pembayaran itu merupakan upaya untuk memaksa keluarga Jamal Khashoggi tidak memberi pernyataan publik tentang pembunuhan ayah mereka oleh agen Saudi di Istanbul, Turki, enam bulan lalu.

“Rumah dan pembayaran bulanan setidaknya US$ 10.000 (Rp 141,8 juta) untuk setiap anak yang disetujui oleh Raja Salman dalam upaya untuk membuat kesalahan itu menjadi benar,” kata pejabat yang menolak disebut identitasnya, seperti dikutip Washington Post, Rabu (3/4/2019).

Washington Post melaporkan rumah-rumah yang diberikan kepada anak-anak Khashoggi terletak di Kota Jeddah, di satu kompleks tempat tinggal anak laki-laki sulung almarhum, yakni Salah Khashoggi. Properti adalah bagian dari penyelesaian awal dan bernilai masing-masing US$ 4 juta atau Rp 56,73 miliar.

Pejabat tersebut mengungkapkan, ada kemungkinan bahwa kedua putra dan dua putri itu juga dapat menerima puluhan juta dolar sebagai bagian dari negosiasi "uang darah" yang diperkirakan akan terjadi ketika persidangan para pembunuh yang dituduh memutilasi Jamal Khashoggi selesai.

Namun pejabat Saudi lainnya membantah dugaan bahwa pemberian tersebut dimaksudkan agar keluarga Khashoggi tetap tutup mulut. "Dukungan seperti itu adalah bagian dari kebiasaan dan budaya kami. Itu tidak ada maksud lain," kata pejabat itu.

Arab Saudi telah memberi uang santunan jutaan dolar kepada keempat anak kolomis yang dibunuh Jamal Khashoggi. Washington Post melaporkan keluarga Khashoggi mendapat "rumah bernilai jutaan dolar" dan "pembayaran lima digit bulanan" sebagai kompensasi atas pembunuhan ayah mereka.

Pada Senin (1/4/2019), Washington Post melaporkan kerajaan Saudi sedang berusaha mencapai kesepakatan jangka panjang dengan anggota keluarga Khashoggi. Santunan itu diberikan untuk mendorong mereka untuk terus menahan diri dari kritik sehubungan dengan pembunuhan ayah mereka oleh agen-agen Saudi.

Pembayaran yang lebih besar, mungkin masing-masing puluhan juta dolar, sebagai bagian dari negosiasi "uang darah" dapat ditawarkan kepada keluarga Jamal Khashoggi dalam beberapa bulan mendatang. Washington Post mengutip akun oleh pejabat saat ini dan mantan pejabat Saudi serta orang-orang yang dekat dengan keluarga.

Negosiasi mengenai pembayaran lebih lanjut diperkirakan akan dilakukan setelah pengadilan terhadap para pembunuh Jamal Khashoggi yang dituduh, menurut para pejabat dan lainnya yang berbicara kepada surat kabar tersebut dengan syarat anonimitas.

Jamal Khashoggi adalah kontributor Washington Post yang tinggal di Amerika Serikat. Dia dibunuh pada 2 Oktober 2018, di konsulat Saudi di Istanbul, tempat ia pergi untuk mengurus dokumen untuk pernikahan yang direncanakannya.

Dikenal sebagai kritikus dari pemerintah Saudi dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Khashoggi telah menolak tekanan dari Riyadh untuk kembali ke rumah. Mayat Khashoggi, yang menurut pejabat Turki terpotong-potong, belum ditemukan.

Mohammed bin Salman telah dituduh memerintahkan operasi untuk membunuh Khashoggi, tetapi kerajaan Saudi telah membantah klaim tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan/nytimes