Hadiri Sidang Perdana Kasus 1MDB, Najib Bungkam

Hadiri Sidang Perdana Kasus 1MDB, Najib Bungkam
Najib Razak ( Foto: AFP / Mohd Rasfan )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Kamis, 4 April 2019 | 16:32 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Nazib Razak memilih bungkam atau tidak memberi komentar apapun, seusai menghadiri sidang perdana kasus korupsi perusahaan investasi pemerintah 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Pada Rabu (3/4/2019), Najib Razak menghadiri sidang pertamanya, di Pengadilan Kuala Lumpur. Najib Razak, yang berpakaian jas formal berwarna biru tua dan dasi, masuk ke ruang pengadilan dengan tenang dan tersenyum, namun tidak berbicara sepatah kata pun.

Dalam sidang tersebut, Najib Razak menghadapi tujuh dakwaan, yaitu satu dakwaan penyalahgunaan kekuasaan, tiga dakwaan pelanggaran pidana kepercayaan, dan tiga dakwaan pencucian uang sebesar 42 juta ringgit Malaysia (Rp 145,9 miliar) yang diduga masuk ke rekening pribadinya.

Jaksa penutut menyatakan Najib Razak, terancam hukuman penjara hingga lebih dari 100 tahun terkait dengan total 42 dakwaan yang ditujukan kepadanya atas skandal korupsi 1MDB dan SRC International.

Persidangan Najib Razak seharusnya dimulai pada Februari 2019, tapi ditunda selama dua bulan karena masalah prosedural. Ketika diagendakan untuk kembali disidang pada 3 April 2019, tim pengacara Najib Razak sempat berupaya untuk mengajukan penundaan sidang.

Dilaporkan bahwa tim pengacara Najib Razak menghabiskan waktu sekitar 11 jam untuk mengupayakan lagi penundaan persidangan, tapi hakim menolaknya.

Saat tiba di pengadilan, Najib disambut oleh para pendukungnya yang meneriakkan, “hidup Najib!”. Najib Razak hanya melambaikan tangan menyambut teriakan tersebut.

Seusai mendengar tujuh dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut terhadapnya, Najib Razak menyatakan dirinya tidak bersalah. Pernyataan tidak bersalahnya konsisten sejak jaksa mengajukan dakwaan pada Juli 2018.

Hakim menjadwalkan sesi persidangan selanjutnya pada 15 April 2019 dan jadwal persidangan kasus tersebut sampai 10 Mei 2019. Seusai mendengar pernyataan hakim, Najib Razak lalu meninggalkan gedung pengadilan tanpa memberikan komentar apa pun.

Najib Razak berulang kali mengklaim uang yang masuk ke rekeningnya sebagai sumbangan dari Arab Saudi, tapi dia sudah mengembalikan sebagian besar dari dana tersebut.

Selain Najib Razak, istrinya, Rosmah Mansor, juga didakwa atas skema kompleks pencucian uang yang didalangi pemodal terkenal Malaysia Low Taek Jho atau Jho Low yang statusnya masih buronan.

Sementara itu, otoritas Malaysia telah setuju untuk menjual kapal pesiar mewah terkait skandal miliaran dollar 1MDB, Equanimity, kepada operator kasino Genting Malaysia Berhad senilai US$ 126 juta (Rp 1,7 triliun).

Menurut pejabat Malaysia dan Amerika Serikat (AS), Equanimity adalah salah satu aset yang diduga dibeli oleh pemodal Jho Low dan rekannya dari uang 1MDB. Kapal Equanimity yang terdaftar di Kepulauan Cayman, disita pada Februari 2018 di Bali, atas permintaan Departemen Kehakiman AS sebelum diserahkan kepada pemerintah Malaysia bulan Agustus 2018.

Dalam kasus 1MDB ini, Departemen Kehakiman AS dalam gugatan sipilnya, menuduh hampir US$ 4,5 miliar disalahgunakan dari 1MDB.



Sumber: Suara pembaruan/CNA/Malaymail