Indonesia Dukung Penegakan Prinsip Multilateralisme

Indonesia Dukung Penegakan Prinsip Multilateralisme
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, saat menghadiri Aliansi Multilateralisme sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke New York, Amerika Serikat (AS) pada 1-4 April 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Kemlu )
Natasia Christy Wahyuni / FER Kamis, 4 April 2019 | 21:53 WIB

New York, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, menyatakan komitmen Indonesia untuk mendukung kerja sama global lewat penegakkan prinsip-prinsip multilateralisme. Komitmen multilateralisme berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan hukum internasional yang berlaku, adalah bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari politik luar negeri Indonesia.

"Indonesia sangat khawatir dengan kondisi saat ini, yang diwarnai dengan rendahnya penghormatan terhadap multilateralisme atau bahkan merebaknya aksi unilateral di berbagai bidang," kata Retno seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, Kamis (4/4/2019).

Retno hadir dalam pertemuan Aliansi untuk Multilateralisme (Alliance for Multilateralism) pada 2 April 2019 sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke New York, Amerika Serikat (AS). Pertemuan itu merupakan inisiatif dari Menlu Jerman Heiko Maas dan Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian dalam rangka presidensi bersama kedua negara di Dewan Keamanan (DK) PBB.

Isu penguatan multilateralisme dipicu oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yaitu 'America First' dan menolak ideologi globalisme. Langkah terbaru Trump untuk mengakui kedaulatan AS atas Golan juga mencoreng prinsip multilateralisme, yang menyepakati wilayah itu sebagai bagian dari Suriah.

Menurut Retno, multilateralisme mempunyai arti penting dalam hubungan antar-negara. "Multilateralisme memberikan kesempatan bagi negara-negara duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, terlepas dari perbedaan ukuran geografis atau status ekonomi. Multilateralisme mendorong tumbuhnya rasa saling menghormati," ujar Retno.

Retno menambahkan, isu Palestina menjadi uji coba atas kesungguhan masyarakat internasional untuk memenuhi komitmennya terhadap multilateralisme. Indonesia akan selalu menjadi salah satu pihak yang berdiri paling depan untuk melindungi dan mempromosikan multilateralisme. "Multilateralisme adalah bagian dari kita, karena multilateralisme adalah kita," tandas Retno.

Aliansi Multilateralisme adalah forum untuk membahas dan memajukan upaya-upaya kolektif dan kerja sama internasional dalam mempertahankan dan menguatkan prinsip-prinsip multilateral. Ide ini lahir atas dasar keprihatinan sejumlah negara akan semakin maraknya tendensi unilateralisme beberapa pihak, di tengah berbagai tantangan global yang semakin dinamis.

Aliansi ini menjadi forum tukar pikiran (brainstorming) bagi para menlu mengenai penguatan kerangka multilateral. Hadir dalam pertemuan itu para pejabat tinggi dari Kanada, Jepang, Inggris, Australia, Meksiko, Argentina, India, Norwegia, Chile, Tunisia, Korea Selatan, Afrika Selatan, Ethiopia, dan Nigeria.



Sumber: Suara Pembaruan