Menlu: Indonesia Akan Selalu Bersama Palestina

Menlu: Indonesia Akan Selalu Bersama Palestina
Retno Marsudi ( Foto: Kemlu RI / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 5 April 2019 | 20:15 WIB

New York, Beritasatu.com- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi hadir dalam United Nations (UN) Forum on Palestine atau Forum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atas Palestina di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/4).

Dalam pidato kunci, Retno menyatakan selain penghancuran rumah dan pengusiran penduduk, Israel melakukan berbagai tekanan politik, ekonomi dan sosial terhadap Palestina, termasuk menyita penerimaan pajak Palestina, yang merupakan porsi besar dari pendapatan Palestina.

“Perampasan atau aneksasi atas wilayah Palestina sedang berlangsung secara perlahan dan tidak manusiawi. Semua negara harus menentang hal ini," kata Retno lewat pidatonya, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, Jumat (5/4).

Retno mengatakan kekerasan otoritas dan para pendatang (settlers) Israel saat ini semakin meluas, termasuk penutupan pintu gerbang Masjid Al-Aqsa.

Retno menegaskan isu Palestina adalah prioritas Indonesia. Hal itu terlihat salah satunya lewat peningkatan bantuan untuk lembaga pengungsi PBB (UNRWA) pada 2019, serta peluncuran program peningkatan kapasitas untuk rakyat Palestina. Indonesia juga akan menyelenggarakan pertemuan khusus tentang Palestina saat Presidensi di Dewan Keamanan (DK) PBB bulan Mei 2019.

Retno juga menyerukan agar komunitas internasional meneruskan bantuan kemanusiaan yang selama ini menopang kehidupan masyarakat Palestina. Menlu juga meminta agar negara-negara anggota PBB tidak memindahkan kedutaannya ke Yerusalem serta menghormati berbagai resolusi DK PBB terkait penyelesaian isu Palestina.

Menurutnya, Indonesia terus berharap agar Palestina bisa diterima sebagai anggota penuh PBB.

"Saat ini, Palestina dan kekuatan penjajah tidak berada pada posisi yang sama. Merupakan tanggungjawab komunitas internasional untuk mengangkat posisi Palestina dan melindungi hak-hak rakyat Palestina," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan