HUT ke-70 Tahun NATO, AS Minta Rusia dan Tiongkok Diwaspadai

HUT ke-70 Tahun NATO,  AS Minta Rusia dan Tiongkok Diwaspadai
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengadakan konferensi pers setelah pertemuan para menteri luar negeri NATO saat peringatan 70 tahun aliansi di Departemen Luar Negeri AS di Washington, DC, AS, Kamis (4/4/2019). ( Foto: AFP / Brendan Smialowski )
Jeanny Aipassa / WIR Jumat, 5 April 2019 | 20:30 WIB

Washington, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) menyerukan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meningkatkan pengeluaran militer untuk mewaspadai ancaman agresi dari Rusia dan Tiongkok.

Pernyataan itu, disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo, dalam pertemuan para Menlu NATO menandai peringatan 70 tahun aliansi tersebut, di Washington, Kamis (4/4). Pertemuan itu fokus membahas "era baru persaingan kekuatan militer besar", terutama dari Rusia, Tiongkok dan Iran.

Menurut Pompeo, NATO yang beranggotakan 29 negara tidak bisa berhenti berevolusi dan meningkatkan pengeluaran militer agar dapat mengantisipasi tantangan baru kekuatan militer yang lebih agresif, terutama dari Rusia dan Tiongkok.

"Kita harus menyesuaikan aliansi kita untuk menghadapi ancaman yang muncul, apakah itu agresi Rusia, migrasi tak terkendali, serangan dunia maya, ancaman terhadap keamanan energi, kompetisi strategis Tiongkok, termasuk teknologi dan 5G, dan banyak masalah lainnya," kata Pompeo, dala pidato pembukaan pada pembukaan pertemuan itu.

Para Menlu NATO mengadakan serangkaian sesi pada hari pertama pertemuan di Kantor Departemen Luar Negeri AS dengan berfokus pada agresi militer Rusia di wilayah Laut Hitam, tempat Moskwa menyita tiga kapal Ukraina tahun lalu.

Dalam pertemuan itu, para Menlu NATO menyetujui serangkaian langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran situasional NATO di wilayah Laut Hitam. Langkah-langkah itu akan mendorong peningkatan kerja sama maritim, patroli, dan kunjungan pelabuhan, antara sekutu Ukraina dan Georgia di wilayah Laut Hitam.



Sumber: Suara Pembaruan