Jelang KTT UE, Merkel Harap Brexit Terpecahkan

Jelang KTT UE, Merkel Harap Brexit Terpecahkan
Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar di Farmleigh House di Dublin, Kamis (4/4/2019), menyusul perundingan Brexit. ( Foto: AFP / PAUL FAITH )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 5 April 2019 | 20:38 WIB

Dublin, Beritasatu.com- Kanselir Jerman Angela Merkel, Kamis (4/4), berharap kebuntuan Brexit bisa terpecahkan menjelang pertemuan darurat Uni Eropa (UE) pada 10 April 2019. Diharapkan, solusi bisa didapat dari perundingan antara pemerintahan Perdana Menteri (PM) Theresa May dan pemimpin oposisi dari Partai Buruh Jeremy Corbyn.

Saat ini, Brexit erada di tengah keraguan, hampir tiga tahun sejak referendum memutuskan Inggris keluar dari UE dengan suara 52-48 persen. Para pendukung Brexit mengkhawatirkan pengkhianatan, sedangkan para lawannya mendorong referendum lain.

Dalam pertemuan UE, Inggris bisa dipaksa untuk penundaan Brexit yang panjang, kecuali May setuju usulan Corbyn untuk hubungan ekonomi pasca-Brexit yang lebih erat. Namun, pembicaraan May dan Corbyn yang sudah berlangsung dua hari sejak Rabu (3/4) belum menemukan jalan keluar.

“Kami berharap diskusi intensif di London bisa membawa sampai Rabu depan, ketika kami akan menggelar pertemuan luar biasa, kepada posisi bahwa PM Theresa May dapat menghadirkan kepada kami yang bisa kita bicarakan,” ujar Merkel saat konferensi pers dengan PM Irlandia, Leo Varadkar, di Dublin, Kamis.

“Kami akan tetap bersama sebagai 27 anggota. Kami akan melakukan apa pun, seperti saya pernah sampaikan, sampai jam-jam terakhir, untuk mencegah (Inggris) keluar secara tidak teratur,” kata Merkel.

Merkel menambahkan ada banyak gerakan dari posisi Inggris selama beberapa hari belakangan. Di pihak lain, Varadkar mengatakan para pemimpin UE harus bersabar menunggu pembicaraan di London.



Sumber: Suara Pembaruan