Hakim Perintahkan Pemeriksaan Mental Terdakwa Penembakan Christchurch

Hakim Perintahkan Pemeriksaan Mental Terdakwa Penembakan Christchurch
Temel Atacocugu (tengah), yang selamat dari pembantaian massal, meninggalkan Pengadilan Distrik Christchurch, Jumat (5/4/2019) setelah sidang pengadilan Brenton Tarrant, dituduh menembak mati 50 orang saat serangan 15 Maret di dua masjid Christchurch. ( Foto: AFP / Sanka VIDANAGAMA )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 5 April 2019 | 20:59 WIB

Christchurch, Beritasatu.com- Hakim pengadilan Selandia Baru memerintahkan pelaku penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Brenton Tarrant (28) menjalani pemeriksaan mental. Warga Australia itu menghadapi 50 dakwaan pembunuhan dan 39 percobaan pembunuhan dalam persidangannya pada Jumat (5/4).

Dalam persidangan singkat, Hakim Pengadilan Tinggi Cameron Mander memutuskan bahwa Tarrant akan diperiksa oleh dua penilai kesehatan untuk menentukan "apakah dia layak untuk diadili atau dinyatakan gila".

Hakim Mander melarang media memfilmkan atau memotret proses persidangan. Dia menegaskan kembali putusan yang ada bahwa wajah Tarrant harus diabaikan dan bisa menggunakan gambar yang diambil saat sidang pengadilan sebelumnya.

Mander juga memerintahkan 39 nama korban percobaan pembunuhan untuk dilindungi. Dia mengatakan tindakan yang mengidentifikasi korban dapat menghambat pemulihan mereka, dan memutuskan ringkasan dugaan penuntutan tidak akan dipublikasikan karena berisi informasi sensitif.

Awalnya, Tarrant didakwa satu pembunuhan untuk tindakan penahanan, tapi polisi memastikan semua korban meninggal dan luka dalam serangan tanggal 15 Maret 2019 akan tercermin dalam dakwaannya yang ditingkatkan.

“Pria yang ditangkap terkait serangan teror di Christchurch akan menghadapi 50 dakwaan pembunuhan saat disidangkan hari Jumat,” sebut pernyataan polisi Selandia Baru, Kamis (4/4).

Tarrant tampil lewat tautan video di pengadilan Christchurch dari penjara dengan keamanan maksimum di Auckland. Dia tidak diminta untuk mengajukan pembelaan.

Dalam persidangan hari ini, Hakim Pengadilan Tinggi Selandia Baru, Cameron Mander, juga memerintahkan Tarrant untuk menjalani dua pemeriksaan kesehatan jiwa untuk menentukan dia pantas atau tidak diadili.

Tarrant yang kedua tangannya diborgol dan memakai baju hangat berwarna abu-abu, terlihat di satu layar berukuran besar di ruang pengadilan Christchurch. Keluarga korban dan korban penembakan hadir dalam persidangan itu, beberapa diantaranya memakai kursi roda dan pakaian dari rumah sakit karena masih menjalani masa pemulihan.



Sumber: Suara Pembaruan