Arab Saudi Buka Lagi Konsulat di Irak

Arab Saudi Buka Lagi Konsulat di Irak
Menteri Luar Negeri Irak Mohammad Ali al-Hakim (tengah kiri) mengibarkan bendera Saudi bersama Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi Majed al-Qasabi (kedua dari kanan) dan Menteri Energi Khaled al-Faleh (ketiga dari kanan) saat peresmian Saudi baru kompleks konsulat di "Zona Hijau" keamanan tinggi di ibu kota Irak, Baghdad, Kamis (4/4/2019).. ( Foto: AFP / AHMAD AL-RUBAYE )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 5 April 2019 | 21:15 WIB

Riyadh, Beritasatu.com- Arab Saudi telah membuka kembali konsulat di Baghdad, Irak untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun, Kamis (4/4). Saudi juga mengumumkan paket bantuan satu miliar dolar untuk Irak.

Misi diplomatik di Zona Hijau yang dijaga ketat ibu kota Irak diresmikan pada Kamis (4/4) dalam upacara, saat Menteri Luar Negeri Irak Mohamed Alhakim mengibarkan bendera hijau Saudi di atas gedung.

“Pembukaan kembali konsulat, yang akan mengeluarkan visa ke Irak, menandai fase baru dalam hubungan antara Riyadh dan Baghdad,” kata Majid bin Abdullah al-Qasabi, Menteri Perdagangan Arab Saudi.

"Tidak ada keraguan bahwa pertukaran ini, diskusi ini, adalah jalan dua arah yang akan memperkuat hubungan ini," kata Qasabi kepada wartawan, yang mengakhiri kunjungan dua hari.

Menurut Qasabi, Arab Saudi akan memberikan Irak satu miliar dolar dalam bentuk pinjaman untuk proyek-proyek pembangunan. Pinjaman itu akan ditambah US$ 500 juta untuk meningkatkan ekspor dan hadiah stadion olahraga berkapasitas 100.000 kursi yang akan dibangun di pinggiran Baghdad.

Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Irak ketika yang terakhir menyerang Kuwait pada tahun 1990. Tapi hubungan diplomatik dilanjutkan pada 2015 ketika Riyadh mengirim seorang duta besar ke Baghdad. Hubungan bilateral pun meningkat dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir pada tahun 2017, yang merupakan kunjungan pertama oleh seorang menteri luar negeri Saudi sejak 1990.

Namun layanan konsuler tetap ditangguhkan dan warga Irak yang mengajukan visa harus melalui kedutaan Saudi di Yordania yang berdekatan.

"Hari ini, saudara-saudara kita di Irak dapat memperoleh visa di Baghdad secara langsung, tanpa harus melakukan perjalanan ke luar negeri," kata Qasabi.



Sumber: Suara Pembaruan