Akibat Kebakaran Hutan, Korsel Nyatakan Darurat Nasional

Akibat Kebakaran Hutan, Korsel Nyatakan Darurat Nasional
Kebakaran hutan tampak melanda dekat kota Sokcho, Korea Selatan, Kamis (4/4/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 5 April 2019 | 21:42 WIB

Seoul, Beritasatu.com- Korea Selatan (Korsel) telah mengumumkan keadaan darurat nasional pada Jumat (5/4). Pengumuman ini merupakan respons terhadap salah satu kebakaran hutan terbesar yang pernah ada.

Setidaknya satu orang telah meninggal dan lebih dari 4.000 orang telah dievakuasi.

Ribuan tentara telah membantu petugas pemadam kebakaran dari seluruh Korea Selatan untuk memadamkan api di wilayah pegunungan timur laut negara itu, dekat dengan perbatasan dengan Korea Utara.

"Meskipun api utama telah dikendalikan, yang lain masih menyala," kata para pejabat.

Diyakini, kebakaran yang terjadi Kamis (4/4) malam, berasal dari percikan api di satu trafo di dekat Goseong di Provinsi Gangwon, timur laut Seoul.

"Ditambah angin kencang, api dengan cepat menyebar melalui wilayah pegunungan yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin tahun lalu, dan ke kota-kota Sokcho dan Gangneung," kata para pejabat.

Lebih dari 800 mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari seluruh Korea Selatan untuk membantu mengatasi kebakaran.

Kebakaran itu telah menghancurkan beberapa ratus bangunan di provinsi tersebut.

Presiden Moon Jae-in mengadakan pertemuan darurat dan menyerukan pejabat untuk mengerahkan semua sumber daya yang tersedia.

Menurut kementerian pertahanan, sekitar 16.500 tentara, 32 helikopter militer dan 26 truk pemadam militer telah dikerahkan.

"Untungnya, kebakaran utama telah dikendalikan," kata gubernur provinsi Choi Moon-soon dalam wawancara radio dengan penyiar berita YTN, seraya menambahkan bahwa titik lainnya masih menyala.

Menurut pemerintah, kebakaran di wilayah Sokcho telah diatasi, sedangkan sekitar 50% dari kebakaran di wilayah Gangneung telah diatasi.

Terakhir kali bencana dalam skala yang sama melanda Korea Selatan adalah pada 2007, ketika satu kapal pengangkut minyak mentah membocorkan ribuan ton minyak ke laut lepas pantai barat.