WNI Sandera Abu Sayyaf Diselamatkan Marinir Filipina dalam Baku Tembak

WNI Sandera Abu Sayyaf Diselamatkan Marinir Filipina dalam Baku Tembak
Warga negara Indonesia (WNI) berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK) yang telah dibebaskan kelompok teroris Abu Sayyaf tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (1/5) malam. Kedatangan 10 ABK WNI tersebut disambut Menlu Retno Marsudi dan Mensesneg Pratikno. SP/Joanito De Saojoao. ( Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao )
Heru Andriyanto / HA Sabtu, 6 April 2019 | 12:24 WIB

Manila, Beritasatu.com - Seorang warga negara Indonesia yang disekap oleh kelompok militan Abu Sayyaf di wilayah selatan Filipina berhasil diselamatkan setelah dia berenang di laut dalam upayanya melarikan diri, tetapi seorang rekannya tewas tenggelam.

Sementara itu, satu sandera lain asal Malaysia tewas karena tembakan di punggungnya saat berusaha kabur dari kelompok itu, menurut keterangan pihak berwenang, Sabtu (6/4/2019).

Dua WNI dan satu warga Malaysia itu berusaha melarikan diri dalam peristiwa terpisah ketika marinir Filipina melancarkan operasi untuk mengevakuasi mereka di Pulau Simusa, Provinsi Sulu, dalam dua hari terakhir, kata juru bicara komando daerah militer setempat, Letkol Gerry Besana.

Sandera bernama Heri Ardiansyah berhasil dievakuasi dari perairan oleh marinir di atas kapal patroli, dan kemudian jenazah rekannya bernama Hariadin juga ditemukan. Para marinir itu berhasil menewaskan tiga militan yang mengejar dua WNI itu di laut, menurut pernyataan militer Filipina.

Sandera asal Malaysia diidentifikasi sebagai Jari bin Abudullah. Dia ditembak Kamis lalu ketika mencoba melarikan diri saat terjadi baku tembak antara marinir dengan militan. Pasukan pemerintah saat ini mengepung Pulau Simusa untuk memburu para pejuang Abu Sayyaf yang tersisa.

Jari diterbangkan ke rumah sakit di kota Zamboanga dalam kondisi kritis, tetapi kemudian tidak tertolong.

Dua WNI dan satu warga Malaysia itu diculik di perairan Sabah, Malaysia, pada Desember 2018, dan dibawa dengan speedboat ke Sulu.

Dengan demikian, sedikitnya ada tiga sandera lagi yang masih disekap kelompok Abu Sayyaf, yang dimasukkan dalam daftar organisasi teroris oleh pemerintah Filipina dan Amerika Serikat.

Mereka adalah pengamat unggas Elwold Horn asal Belanda yang diculik pada 2012, dan dua warga Filipina.

Jumat kemarin, tentara Filipina terlibat pertempuran dengan sekitar 80 pejuang Abu Sayyaf di kota Patikul, Sulu. Tiga tentara dan empat militan tewas dalam peristiwa itu.

Para pemberontak adalah kelompok yang berafiliasi ke Abu Sayyaf dipimpin Hajan Sawadjaan, dan diduga bersekutu dengan kelompok Islamic State. Sawadjaan adalah tersangka utama dalam pengeboman gereja katolik di Jolo, ibu kota Sulu, Januari lalu.

Baca juga: Serangan Bom di Gereja Filipina, 20 Tewas



Sumber: BeritaSatu.com