6.000 Anak Palestina Dipenjara Israel Sejak 2015

6.000 Anak Palestina Dipenjara Israel Sejak 2015
Menurut kelompok hak asasi manusia, setiap tahun, sekitar 700 anak-anak Palestina diadili di pengadilan militer Israel yang memiliki tingkat hukuman 99,7 %. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 6 April 2019 | 18:49 WIB

Yerusalem, Beritasatu.com- Setidaknya 6.000 anak Palestina telah ditahan oleh otoritas Israel sejak 2015 menurut Asosiasi Tahanan Palestina.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu pada Jumat (5/4) dalam rangka Hari Anak-anak Palestina, disebutkan 98 persen anak-anak yang ditahan telah mengalami pelecehan psikologis dan/atau fisik selama dalam penjara Israel.

Asosiasi menyatakan puluhan anak di bawah umur telah ditahan oleh otoritas Israel setelah awalnya ditembak dan dilukai oleh pasukan Israel. Berdasarkan Komite Urusan Narapidana Palestina yang berbasis di Ramallah, total warga Palestina yang saat ini dipenjara oleh Israel sekitar 5.700 orang termasuk 48 perempuan dan 250 anak-anak.

Anak-anak yang ditangkap selama penyergapan malam hari diinterogasi dan dibawa ke pusat penahanan, dimana mereka mengalami pelecehan termasuk kekurangan makanan dan air selama berjam-jam.

Hak anak-anak itu untuk didampingi kehadiran orangtua atau wali mereka selama interogasi, sering kali diabaikan. Anak-anak juga sering dipaksa menandatangani kesepakatan yang tertulis dalam bahasa Ibrani yang tidak mereka pahami.

Kondisi itu membuat anak-anak yang telah dibebaskan mengalami mimpi buruk, insomnia, penurunan prestasi di sekolah, dan bereaksi agresif dengan lingkungan dan masyarakat mereka.

Dalam pernyataan, asosiasi itu mendesak organisasi hak asasi manusia internasional, termasuk badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk anak-anak, agar mengambil tindakan efektif melawan pelanggaran terhadap anak-anak yang ditahan oleh pasukan Israel.



Sumber: Suara Pembaruan