Pakistan: India Rencanakan Agresi

Pakistan: India Rencanakan Agresi
Sejumlah pesawat F-16 milik Angkatan Udara Pakistan. ( Foto: Wikipedia Commons )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 8 April 2019 | 17:51 WIB

Islamabad, Beritasatu.com- Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi, Minggu (7/4), mengklaim pemerintahnya memiliki informasi intelijen terpercaya bahwa India merencanakan agresi kepada negara itu pada April 2019. Serangan itu disebut bisa dilakukan antara 16-20 April 2019.

Hubungan kedua tetangga bersenjata nuklir itu semakin memburuk setelah bom bunuh diri di negara bagian yang dikuasai India, Kashmir, pada 14 Februari lalu menewaskan 40 pasukan keamanan dan diklaim dilakukan oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan. Namun, Pakistan membantah telah berperan dalam serangan itu, sebaliknya Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan menawarkan kerja sama dalam penyelidikan jika bukti kredibel disediakan oleh India.

Pada 27 Februari, India meluncurkan serangan udara yang diklaim sebagai latihan pangkalan militan. Sehari setelahnya, Pakistan menembak jatuh jet tempur India dan menangkap pilotnya yang kemudian dibebaskan.

“Kami memiliki intelijen yang andal bahwa India telah membuat skema baru dan perencanaan sedang berlangsung dan ada kemungkinan agresi lain terhadap Pakistan, serta berdasarkan informasi kami aksi ini bisa terjadi antara 16-20 April,” kata Qureshi.

“Saya menyampaikan ini dengan tanggung jawab dan saya mempunyai posisi bertanggung jawab. Saya tahu setiap kata saya sampaikan akan menjadi berita utama di pers internasional,” tambahnya.

Qureshi mengatakan agresi terencana ini bertujuan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Pakistan. Dia mengaku telah berkonsultasi dengan PM Khan lalu mereka memutuskan agar secepatnya membagikan informasi itu kepada rakyat Pakistan dan masyarakat internasional.

“Ini kebijakan kami agar negara tetap mendapatkan informasi,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan