PM May: Kesepakatan dengan Oposisi Jalan Satu-satunya Brexit

PM May: Kesepakatan dengan Oposisi Jalan Satu-satunya Brexit
Theresa May ( Foto: Dok SP )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 8 April 2019 | 18:01 WIB

London, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May membela keputusannya untuk berunding dengan oposisi utama Partai Buruh, sebagai jalan satu-satunya untuk mendapatkan persetujuan atas kesepakatan perpisahan dengan Uni Eropa (UE). Menurut May, tanpa adanya kesepakatan lintas partai, maka Brexit bisa lolos.

May, yang dalam posisi terpojok, memulai pembicaraan pekan ini dengan Partai Buruh untuk memecahkan kebuntuan berbulan-bulan akibat oposisi yang keras kepala di parlemen. Kesepakatan Brexit May yang telah disetujui oleh UE, telah ditolak lewat lewat voting parlemen sebanyak tiga kali.

Tawaran pembicaraan kepada Partai Buruh disampaikan May menjelang pertemuan puncak UE pada Rabu (10/4). May harus mendapatkan persetujuan 27 pimpinan UE untuk mengamankan Inggris keluar dari blok itu sampai 30 Juni 2019. Inggris seharusnya dijadwalkan keluar dari UE pada 29 Maret 2019, lalu ditunda lagi sampai 12 April 2019.

“Kita harus mewujudkan Brexit dan untuk melakukannya kita harus menyepakati kesepakatan,” kata May lewat pernyataannya yang dikeluarkan kantor PM Downing Street.

Menurutnya, dua partai utama sudah setuju atas aspek-aspek utama Brexit. “Ini dasar untuk berkompromi yang bisa memenangkan mayoritas di parlemen dan memenangkan myoritas adalah satu-satunya jalan untuk melaksanakan Brexit,” ujar May.

Dia memperingatkan semakin lama prosesnya, maka semakin besar resiko bahwa Inggris tidak akan pergi meninggalkan UE sama sekali. “Itu artinya membiarkan Brexit yang dipilih oleh Inggris lewat terlepas dari genggaman kita,” katanya.

Namun, setelah beberapa hari perundingan, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan sejauh ini tidak ada perubahan besar dari posisi pemerintah. “Saya menunggu untuk melihat melewati garis merah,” kata Corbyn.



Sumber: Suara Pembaruan