Thailand Bebaskan 11 Nelayan WNI yang Langgar Batas Wilayah

Thailand Bebaskan 11 Nelayan WNI yang Langgar Batas Wilayah
Ilustrasi nelayan. ( Foto: Antara )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 9 April 2019 | 18:12 WIB

Songkhla, Beritasatu.com- Aparat keamanan Thailand membebaskan 11 nelayan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan karena melakukan pelanggaran batas wilayah. Kapal yang digunakan ke-11 nelayan itu, KM Harapan Baroe 01 (KMB01), juga ikut dilepaskan.

Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla, Selasa (9/4), menyatakan sejak mendapatkan informasi mengenai penangkapan itu langsung memberikan upaya perlindungan secara maksimal.

"Kita mencoba meyakinkan otoritas Thailand bahwa mereka tidak sengaja memasuki perairan Thailand, tetapi terdampar akibat kerusakan mesin dan minimnya peralatan navigasi," kata Konsul RI di Songkhla, Fachri Sulaeman, lewat pernyataan tertulis, Selasa.

Pembebasan nelayan beserta kapalnya itu secara resmi dilakukan langsung oleh Komandan Royal Thai NAVY (RTN) Phang Ngah Thailand, Laksamana Muda Nataphon Malarat, pada Senin (8/4), setelah KMHB 01 menjalani perbaikan mesin, pengisian bahan bakar dan logistik untuk tiga hari pelayaran ke Aceh.

KMHB 01 ditahan oleh aparat kemanan laut Thailand pada 5 April 2019, sekitar 30 mil memasuki perairan Thailand. Selain karena memasuki perairan Thailand tanpa izin, penangkapan juga dilakukan karena perairan tersebut telah dinyatakan steril sementra waktu karena sedang digunakan untuk latihan militer oleh Angkatan Bersenjata Thailand.

"Saya sendiri atas perintah Menlu menemui Komandan RTN Phang Ngah dan saya difasilitasi untuk melihat kondisi kapal dan awaknya," kata Konsul Fachri.

Saat proses pembebasan, kondisi 11 WNI dalam keadaan sehat dengan bantuan logistik dari KRI Songkhla. Diperkirakan kapal KMHB 01 akan tiba kembali di perairan Aceh tanggal 11 April 2019.



Sumber: Suara Pembaruan