PM Singapura dan PM Malaysia Gelar Pertemuan Bilateral

PM Singapura dan PM Malaysia Gelar Pertemuan Bilateral
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong tersenyum selama konferensi pers bersama di Putrajaya, Malaysia, Senin (9/4/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 9 April 2019 | 18:15 WIB

Putrajaya, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong melakukan dua hari kunjungan ke Putrajaya, Malaysia, mulai Senin (8/4) untuk menghadiri Retreat Pemimpin yang digelar oleh PM Malaysia Mahathir Mohamad.

Lee akan melakukan pertemuan bilateral dengan Mahathir pada Selasa (9/4) pagi, lalu diikuti oleh pertemuan delegasi yang melibatkan kedua pemimpin bersama para menteri dan pejabat senior yang mendampingi mereka.

“Retreat Pemimpin tahunan ini adalah program penting untuk PM kedua negara dalam rangka membicarakan isu-isu bilateral dan mengeksplorasi area baru kerja sama,” sebut pernyataan pers yang dikeluarkan oleh kantor PM Singapura.

Mahathir dan istrinya, Siti Hasmah Mohd Ali, juga akan menjamu makan siang untuk Lee dan istrinya, serta delegasi Singapura. “Kami mempunyai banyak hal untuk dibicarakan. Menanti pertemuan bermanfaat dengan PM Mahathir besok (Selasa),” kata Lee lewat pesan di akun Facebook miliknya, Senin.

Lee didampingi oleh sembilan menteri kabinet, termasuk Wakil PM dan Menteri Koordinator untuk Keamanan Nasional Teo Chee Hean, Menteri Koordinatoor untuk Infrastruktur dan Transportasi Khaw Boon Wan, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, Menteri Komunikasi dan Informasi S Iswaran, Menteri Keuangan Heng Swee Keat, Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing, dan Menteri Kebudayaan, Masyarakat, dan Pemuda Grace Fu.

Retreat Pemimpin ke-9 Singapura-Malaysia untuk pertama kalinya digelar oleh pemerintahan Pakatan Harapan (PH). Pertemuan itu seharusnya digelar pada November 2019 tapi ditunda.

Pekan lalu, Mahathir mengatakan isu-isu bilateral yang tidak terselesaikan akan dibahas secara bersahabat selama pertemuannya dengan Lee. Menjelang retreat, kedua pihak mengumumkan bahwa Singapura telah menarik prosedur Instrumen Sistem Pendaratan untuk Bandara Seletar.

Sementara Malaysia juga menangguhkan wilayah terbatas permanennya di atas Pasir Gudang. Kedua pihak juga akan bekerja sama untuk membangun prosedur pendekatan instrumen berbasis GPS untuk Bandara Seletar.

Pada Senin, baik Singapura maupun Malaysia juga telah menunda klaim tumpang tindih batas pelabuhan. Kedua negara ingin meredakan ketegangan dalam perselisihan maritim kedua negara.



Sumber: Suara Pembaruan