Jaksa Ungkap Skandal Penerimaan Mahasiswa di Perguruan Tinggi AS

Jaksa Ungkap Skandal Penerimaan Mahasiswa di Perguruan Tinggi AS
Ilustrasi mahasiswi. ( Foto: Womens Forum )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 9 April 2019 | 22:41 WIB

Boston, Beritasatu.com - Jaksa federal di Boston, Amerika Serikat (AS) menyatakan, aktris Felicity Huffman dan 13 orang lainnya, telah setuju untuk mengaku bersalah dalam kasus penipuan penerimaan mahasiswa perguruan tinggi terbesar dalam sejarah di AS, Senin (8/4/2019) waktu setempat.

Adapun ke-14 orang tua tersebut, dituduh oleh jaksa federal di Boston terlibat dalam skema yang melibatkan kecurangan dalam ujian masuk perguruan tinggi (SAT) dan membayar suap dengan nilai total US$ 25 juta atau sekitar Rp 352,5 miliar (kurs Rp 14.100) untuk mengamankan anak-anak mereka dapat diterima universitas terkenal.

"Saya merasa malu dengan rasa sakit yang saya sebabkan pada putri saya, keluarga saya, teman-teman saya, kolega saya dan komunitas pendidikan," kata Huffman dalam sebuah pernyataan resminya, seperti dikutip Beritasatu.com dari Reuters, Selasa (9/4/2019).

"Putriku sama sekali tidak tahu tentang tindakanku, dan dengan caraku yang salah dan sangat salah, aku telah mengkhianati dirinya," tambah mantan nominator aktris terbaik Oscar itu.

Huffman, yang membintangi serial Desperate Housewives, termasuk di antara 33 orang tua yang dituntut oleh jaksa federal pada bulan Maret lalu, karena ikut serta dalam skema penipuan tersebut.

Kebanyakan orang tua yang terlibat dalam kasus ini, memiliki harapan dapat memasukkan anak-anak mereka ke universitas ternama, termasuk diantaranya Yale, Georgetown, dan University of Southern California.

Sebagai bagian dari kesepakatan, jaksa penuntut setuju untuk merekomendasikan hukuman dengan batas minimun dari empat hingga 10 bulan di bawah pedoman hukuman federal. Huffman juga disebutkan telah setuju untuk membayar denda dan restitusi sebesar US$ 20.000 atau sekitar Rp 282 juta.

Pihak berwenang mengatakan, skema penipuan ini dikendalikan oleh konsultan penerimaan perguruan tinggi di California, William 'Rick' Singer, yang telah mengaku bersalah karena memfasilitasi aksi kecurangan dan penipuan.

Jaksa penuntut mengatakan, Huffman memberikan kontribusi sebesar US$ 15.000 atau sekitar Rp 211,5 juta kepada lembaga konsultan pendidikan milik Singer, sebagai kompensasi atau imbalan atas upaya Singer yang secara diam-diam membantu mengoreksi jawaban putrinya pada ujian masuk perguruan tinggi (SAT).



Sumber: Reuters