Kemlu: Pemilu Luar Negeri Digelar Awal Agar Lebih Fleksibel

Kemlu: Pemilu Luar Negeri Digelar Awal Agar Lebih Fleksibel
Ilustrasi pencoblosan Pemilu 2019. ( Foto: Antara )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 10 April 2019 | 18:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Luar Negeri menyatakan waktu pemilihan umum di luar negeri ditetapkan lebih awal agar memberikan fleksibilitas bagi Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) dalam penentuan waktu sesuai situasi dan kondisi di setiap negara. Pemilu di luar negeri berlangsung tanggal 8-14 April, namun penghitungan suara tetap dilakukan serentak pada 17 April 2019.

“Sebagian PPLN di Timur Tengah misalnya, menyelenggarakan (pemilu) tanggal 12 April karena hari liburnya adalah Jumat. PPLN Sanaa (Yaman), bahkan melakukan pencoblosan (di tempat pemungutan suara/TPS) di Hadramaut, Yaman pada 8 April,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Rabu (10/4).

Iqbal menjelaskan terdapat perbedaan metode dan waktu pencoblosan antara pemilu di dalam dan luar negeri. Metode pencoblosan di luar negeri terdiri dari tiga, yatu pos, kotak suara keliling (KSK), dan TPS.

“Untuk metode KSK dilakukan mulai tanggal 8-14 April. Untuk TPS, peraturan membolehkan PPLN memilih antara tanggal 8-14April sesuai dengan kondisi setempat,” ujar Iqbal.

Sebagai contoh lagi, katanya, wilayah Eropa, Amerika, dan Asia umumnya menetapkan tanggal 13 April 2019 yang jatuh hari Sabtu.

“Tiga mekanisme itu hasil kesepakatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Kemlu dalam rangka mengoptimalkan fasilitasi kita bagi WNI untuk melaksanakan hak politiknya. Kita coba sefleksibel mungkin untuk mengatasi keterbatasan dan keunikan di setiap negara,” tambahnya.

Terkait beredarnya informasi lewat pesan WhatsApp (WA) tentang hasil perhitungan suara luar negeri, Iqbal memastikan kabar tersebut adalah berita palsu (hoax). Dia menegaskan perhitungan suara dilakukan serentak pada 17 April 2019 sesuai waktu setempat.

Iqbal mengatakan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di luar negeri sekitar 2 juta. Namun, PPLN masih melakukan pendataan untuk DPT Tambahan (DPTb). Menurut Iqbal, setengah dari jumlah DPT merupakan WNI yang berada di Malaysia.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari menyatakan pemungutan suara di luar negeri yang sudah dan sedang berjalan adalah pemilu di Sanaa, Yaman pada Senin (8/4), pemilu di Kota Panama, Panama dan Quito, Ekuador pada Selasa (9/4), dan pemilu di Bangkok dan Songkhla Thailand pada Rabu (10/4).

“Selain jadwal tersebut, kegiatan pemungutan suara di luar negeri belum dilaksanakan. Dengan demikian terhadap kabar tentang perolehan suara pemilu di luar negeri yang beredar luas di masyarakat adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tandas Hasyim lewat pernyataan pers.



Sumber: Suara Pembaruan