PM Inggris: Ada Sinyal Setuju Tawaran Penundaan Brexit

PM Inggris: Ada Sinyal Setuju Tawaran Penundaan Brexit
Perdana Menteri Inggris Theresa May mengadakan konferensi pers setelah pertemuan Dewan Eropa tentang Brexit di The Europa Building, Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Kamis (11/4/2019). ( Foto: AFP / Philippe HUGUEN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 11 April 2019 | 18:12 WIB

London, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May memberi “sinyal” setuju untuk menerima penundaan Brexit dalam jangka panjang dari Uni Eropa (UE). May secara optimistis menyatakan Inggris masih bisa pergi dari UE saat perjanjian penarikannya disetujui parlemen.

Saat tiba di ibu kota UE, Brussels, Rabu (10/4), May mengatakan masih mungkin bagi Inggris untuk keluar dari UE pada 22 Mei jika dewan memutuskan menyetujui kesepakatan Brexit-nya dalam beberapa pekan ke depan. UE masih terbagi 50:50 terkait perpanjangan Brexit, antara akhir tahun 2019 atau lebih lama lagi sampai 31 Maret 2020.

Namun, May sebelumnya mengatakan tidak bisa menyetujui Inggris tetap menjadi anggota UE setelah 30 Juni 2019. Dia ingin tetap memberikan tekanan kepada anggota parlemen untuk mendukung kesepakatannya dengan menciptakan tenggat waktu yang singkat.

Sejauh ini, May masih menunggu untuk mendengar keputusan 27 pemimpin UE atas permintaan penundaan Brexit tersebut. May sebenarnya mengharapkan penundaan singkat, yaitu dari Jumat (12/4) menjadi 30 Juni 2019.

Tapi, masalah batas penundaan menjadi pembahasan pelik di UE. Sebanyak 17 anggota UE sejauh ini memilih penundaan panjang, termasuk Jerman, sedangkan Prancis menginginkan penundaan pendek. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, seperti dilaporkan Reuters, menyatakan dalam pertemuan UE bahwa penundaan setelah 30 Juni 2019 akan membahayakan UE.

Brexit tanpa kesepakatan adalah pilihan terburuk dan UE akan menghadapi resiko lebih tinggi jika Inggris menghalangi operasi blok tersebut.

May berbicara sekitar satu jam dalam pertemuan puncak UE, sebelum meninggalkan ruangan dan membiarkan pimpinan UE membicarakan permintaannya. Keputusan atas penundaan Brexit ini harus dicapai para pemimpin UE dengan suara bulat.



Sumber: Suara Pembaruan