Yang Perlu Anda Tahu Tentang Brexit

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Brexit
Bendera Inggris dan bendera Uni Eropa dengan latar belakang bangunan ikonik Big Ben. ( Foto: Sky News )
Heru Andriyanto / HA Kamis, 11 April 2019 | 21:45 WIB

Apa arti Brexit?
Ini merupakan ungkapan yang digunakan untuk mempersingkat kalimat "Inggris meninggalkan Uni Eropa (UE)", dengan menggabungkan dua kata “Britain” dan “exit” menjadi Brexit.

Kenapa Inggris ingin meninggalkan UE?
Hasil dari sebuah referendum -- di mana semua warga negara yang usianya mencukupi boleh memberikan suara -- yang digelar pada 23 Juni 2016. Referendum ini memberi dua pilihan, tetap bersama (remain) atau meninggalkan (leave) UE. Hasilnya, leave mendapatkan 51,9% suara, remain 48,1% suara. Referendum diikuti oleh 71,8% warga usia pemilih, atau lebih dari 30 juta orang yang memberikan suara.

Bagaimana rincian hasil referendum di masing-masing wilayah United Kingdom (UK)?
Sebelumnya harus dipahami dulu bahwa Inggris yang kita maksudkan di sini sebetulnya adalah United Kingdom, yaitu kerajaan yang mempersatukan Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Di Inggris Brexit menang 53,4% berbanding 46,6%, demikian juga Wales 52,5% melawan 47,5%. Namun, Skotlandia memilih remain dengan keunggulan cukup besar 62% berbanding 38%, seperti halnya Irlandia Utara ingin tetap bersama UE 55,8% melawan 44,2%. Setelah ditotal, leave menang atas remain.

Hasil referendum Brexit

Apa itu Uni Eropa?
Uni Eropa adalah kemitraan politik dan ekonomi yang melibatkan 28 negara di Eropa. Sejarahnya dimulai sejak berakhirnya Perang Dunia 2 untuk mempererat kerjasama ekonomi, dengan pemikiran bahwa negara-negara yang saling berhubungan dagang akan lebih mampu menghindari perang di antara mereka sendiri.

Sejak itu UE tumbuh menjadi “pasar tunggal”yang memungkinkan lalu lintas barang dan manusia di antara anggotanya, seolah-olah mereka berada di satu negara yang sama. Mereka juga punya mata uang sendiri, euro, yang dipakai di 19 negara anggota, parlemen sendiri, dan sekarang juga berusaha memperluas cakupan integrasi untuk bidang-bidang lain seperti lingkungan, transportasi, hak konsumen, dan bahkan sampai tarif ponsel.

Kapan UK dijadwalkan keluar dari UE?
Tenggat aslinya adalah 29 Maret 2019 atau dua tahun setelah disahkannya Article 50 atau Pasal 50 Traktat Lisabon UE tentang tata cara keluar dari blok tersebut. Namun, perjanjian antara UE dengan UK soal Brexit justru ditolak sampai tiga kali oleh parlemen UK sendiri. Para pemimpin UE kemudian setuju penundaan Brexit hingga 12 April 2019. Namun, Perdana Menteri Inggris Theresa May kembali meminta perpanjangan hingga 30 Juni dan disetujui parlemen Inggris. Pada Rabu (10/4/2019), UE menyetujui tenggat waktu baru 31 Oktober 2019.

Bisakah Brexit dibatalkan?
Bisa. Untuk membatalkan Brexit perlu adanya perubahan undang-undang, tetapi pemerintah dan para partai oposisi belum bersedia melakukannya untuk saat ini. Pada 10 Desember 2018 Pengadilan Eropa memutuskan bahwa Inggris bisa membatalkan Pasal 50 itu tanpa minta izin kepada 27 anggota UE lainnya, dan tetap menjadi anggota UE asalkan melalui proses demokratis di parlemen. Bulan lalu, sebuah petisi online yang menuntut dicabutnya Pasal 50 itu sudah mendapatkan lebih dari 6 juta tanda tangan.

Article 50 sebagai dasar Brexit

Ini mulai membingungkan, yang ingin keluar dari UE itu UK apa Inggris?
UK. Kami menggunakan Inggris untuk memudahkan saja. UK sejatinya adalah gabungan empat negara: Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Apa bedanya UK, Britania, Inggris?
UK padanan lengkap dan resminya adalah "Kerajaan Serikat Britania Raya dan Irlandia Utara" (the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland). Sangat panjang bukan? Itulah kenapa disingkat UK saja.

Inggris dalam makna geopolitik yang sebenarnya adalah padanan dari England.

Sementara Britain dan Great Britain sebetulnya sama, padanan dalam Bahasa Indonesia adalah Britania atau Britania Raya, terdiri dari tiga negara dalam satu pulau, yaitu Inggris, Skotlandia dan Wales.

Di ajang Piala Eropa atau Piala Dunia sepakbola, empat negara itu mengirim tim sendiri-sendiri. Di ajang Olimpiade, mereka bersatu dalam bendera UK.

Kembali ke Brexit, mungkinkah ada referendum lagi?
Itu harus diundangkan dulu oleh pemerintah, sementara pemerintah sendiri sudah mengesampingkan kemungkinan itu. Namun, setelah tiga kali gagal mendapat persetujuan parlemen atas kesepakatan Brexit dengan UE, Perdana Menteri Theresa May berunding dengan pemimpin oposisi Partai Buruh, Jeremy Corbyn. Jika Partai Buruh dan Partai Konservatif pimpinan May gagal menghasilkan persetujuan, parlemen akan dihadapkan pada sejumlah opsi, yang bisa saja termasuk referendum baru.

Kenapa para politisi ingin kesepakatan dulu dengan UE?
Untuk menjamin adanya proses transisi yang mulus bagi dunia usaha dan warga negara ketika Brexit diberlakukan, dan untuk memberi waktu bagi pembahasan hubungan dagang yang permanen.

Apa isi kesepakatan Theresa May dengan UE?
Setelah perundingan berbulan-bulan, UE dan UK meraih kesepakatan soal Brexit, terdiri dari dua bagian.

Pertama, kesepakatan penarikan UK dari UE setebal 585 halaman. Berisi pasal-pasal yang mengikat secara hukum tentang “perceraian” UK dari UE. Di situ diatur berapa besar uang yang dipinjamkan UK ke UE -- sekitar £ 39 miliar -- dan apa yang yang harus dilakukan terhadap warga UK di negara-negara UE dan warga UE di UK. Selain itu juga diatur upaya untuk mencegah adanya pos perbatasan di Irlandia Utara.

Kedua, pernyataan tentang hubungan di masa depan setebal 26 halaman. Ini tidak mengikat secara hukum dan hanya membahas hubungan UK dan UE jangka panjang termasuk di bidang perdagangan, pertahanan, dan keamanan.

Apa maksud periode transisi?
Ini merupakan bagian dari kesepakatan, yang sejauh ini belum disetujui parlemen. Periode transisi mengatur sejak diberlakukannya Brexit hingga 31 Desember 2020 (atau lebih lama lagi) semua hambatan akan dibereskan dan memungkinkan duunia usaha atau pihak lain untuk bersiap menghadapi regulasi pasca-Brexit. Selain itu juga memberi waktu untuk masalah-masalah detail terkait pola hubungan baru UK-UE agar bisa diputuskan. Pada masa transisi, lalu lintas barang dan manusia masih bebas hambatan, seperti dikehendaki UE.

Mungkinkan Brexit terjadi tanpa kesepakatan sama sekali?
Ya. Skenario inilah yang sering disebut “no-deal Brexit” atau Brexit tanpa kesepakatan.

Apa yang akan terjadi kalau UK lepas dari UE tanpa kesepakatan?
UK akan segera memutus semua hubungan dengan UE, tanpa periode transisi, dan tanpa jaminan atas hak tinggal warga negara. Pemerintah khawatir situasi ini akan menimbulkan disrupsi besar pada dunia usaha, misalnya antrean panjang kontainer di perbatasan karena harus melewati inspeksi kargo. UK bisa kekuarangan pasokan bahan makanan segar dan obat-obatan kalau pengiriman dari UE diinterupsi. Dampak jangka panjang pada perekonomian UK juga bisa negatif. Namun, para anggota parlemen berdalih situasinya tidak akan seburuk itu karena UK bisa mendapat dana pelunasan utang £ 39 miliar dari UE dan setelah itu bebas menjalin hubungan dagang yang menguntungkan dengan negara mana pun di dunia.

Apakah hubungan dagang dengan UE akan berlanjut?
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memberi landasan hukum bagi negara-negara yang tidak terikat perdagangan bebas, termasuk tarif impor. Jika berpisah tanpa kesepakatan, hubungan dagang UK dan UE akan diatur oleh WTO.

Terkait Brexit, sering muncul istilah backstop. Apa maksudnya?
Backstop adalah pagar pengaman di belakang pemukul dalam olahraga bisbol.

Dalam konteks Brexit, ini terkait perbatasan sepanjang 310 mil (496 km) antara Irlandia dan Irlandia Utara. Jika UK lepas dari UE, maka itu akan menjadi satu-satunya perbatasan darat yang memisahkan UK dan UE. Irlandia tidak terlibat dalam Brexit dan masih bersama UE, sementara Irlandia Utara bagian dari UK sehingga ikut lepas dari UE.

Baik UK maupun UE tidak menghendaki kembalinya pos pemeriksaan, menara pengawas, kamera pengintai, maupun kantor bea di perbatasan itu, karena bisa mengingatkan pada perang 30 tahun silam. Namun, mereka juga belum menemukan solusi bersama.

Mereka setuju untuk memasang semacam jaring pengaman atau backstop untuk memastikan tidak ada pos-pos pemeriksaan. Backstop ini memungkinkan Irlandia Utara untuk tetap tunduk pada sebagian regulasi UE misalnya tentang produk makanan dan standar kualitas barang, sehingga tidak perlu inspeksi lagi di perbatasan. Namun, produk dari Inggris, Skotlandia, dan Wales tetap harus diperiksa.

Kenapa banyak yang menentang backstop?
Karena para anggota parlemen itu khawatir UK akan terus terikat dengan UE tanpa kepastian dan tanpa kemampuan untuk menjalin hubungan dagang dengan negara-negara lain.

Apa solusinya?
Alternatifnya adalah melibatkan skema trusted trader atau pedagang yang bisa dipercaya untuk menghindari pemeriksaan fisik atas barang yang melintasi perbatasan, lalu mutual recognition atau saling menerapkan aturan serupa dengan UE, dan solusi yang sifatnya teknologi. Betapa pun, UE berkeras bahwa rencana backstop ini tetap diperlukan.



Sumber: BBC