Ribuan Warga Pakistan Bentuk Konfigurasi Masjid Al Noor Christianchurch

Ribuan Warga Pakistan Bentuk Konfigurasi Masjid Al Noor Christianchurch
AFP Foto yang diambil dengan menggunakan drone menunjukkan ribuan orang berpakaian putih membentuk konfigurasi Masjid Al-Noor Christianchurch, di Selandia Baru, dalam aksi solidaritas yang diselenggarakan Muslim Institute, di Kota Jhang, Pakistan, Jumat (12/4/2019). ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Sabtu, 13 April 2019 | 13:39 WIB

Jhang, Beritasatu.com - Ribuan warga membentuk kofigurasi menyerupai Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, dalam aksi solidaritas di Kota Jhang, Pakistan, Jumat (12/4/2019).

Aksi tersebut untuk memberi semngat bagi warga Pakistan dan umat Islam di Selandia Baru yang masih terguncang dengan insiden penembakan yang terjadi saat salat Jumat, pada 15 Maret 2019.

Gambar dari drone menunjukkan orang-orang dengan setelan tradisional berwarna putih shalwar kameez dan kopiah, tampil kontras dengan lapangan berwarna hijau zamrud, sedangkan kelompok kedua membentuk kata-kata di dekatnya bertuliskan “Islam itu damai”.

Bendera Pakistan dan Selandia Baru yang besar juga dipasang di sepanjang spanduk raksasa bertuliskan “Solidaritas dengan Para Martir di Christchurch dari Pakistan”. Aksi tersebut diselenggarakan oleh Institut Muslim, suatu organisasi non-pemerintah yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di dunia Muslim.

“Kami bekerja sangat keras untuk membuat model itu,” ujar salah seorang peserta, Noor Hassan.

Penyelenggara aksi solidaritas tersebut juga memuji pemerintah Selandia Baru yang menunjukkan perhatian dan dukungan bagi umat Muslim di negara itu untuk melewati masa-masa yang sangat sulit oascainsiden penembakan di dua masjid. Mereka juga memuji Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

“Tanggapannya (jacinda Ardern, Red) tidak hanya membalut luka-luka umat Muslim tapi jug amemastikan mereka bahwa Muslim di negara itu aman,” kata seorang lulusan sekolah agama dan salah satu penyelenggara, Sahibzada Sultan Ahmad Ali.

Seperti diketahui, insiden penembakan dua masjid di Selandia Baru dilakukan warga negara Australia, Brenton Tarrant (28), yang mengaku ingin menegakkan supremasi kulit putih. Aksi penembakan tersebut menjadi sorotan publik karena sempat disiarkan langsung oleh Tarrant melalui akun facebook-nya.

Brenton Tarrant kini telah diadili Pengadilan Selandia Baru dan menghadapi 50 dakwaan pembunuhan dan 39 percobaan pembunuhan setelah melakukan penembakan brutal di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Selandia Baru.

Sembilan dari puluhan korban tewas merupakan warga negara Pakistan. Salah satunya, Naeem Rashid, yang diberikan penghargaan anumerta oleh pemerintah Pakistan atas keberaniannya karena berusaha mengatasi pelaku teror itu sebelum akhirnya ditembak.

Sementara itu, empat minggu sejak pembantaian di Masjid Selandia Baru, masyarakat Muslim di Christchurch berjuang untuk membantu rekan-rekannya mengatasi ketakutan dan kembali mengikuti Sholat Jumat.

“Mereka masih sangat takut. Biasanya, kami menerima sekitar 100 orang, sekarang sekitar 30,” kata Imam Masjid Linwood, Ibrahim Abdelhalim.

Menurut Abdelhalim, banyak umat Muslim yang ingin kembali ke masjid, namun teringat tragedi serangan itu dan hal itu tidak baik. Di pihak lain, polisi Selandia Baru telah mengeluarkan pernyataan menyebut bahwa tingkat ancaman masih tinggi, sebulan setelah serangan teroris ke dua masjid di Christchurch.



Sumber: AFP/Suara Pembaruan