KPU: Surat Suara Tercoblos Tindakan Kriminal

KPU: Surat Suara Tercoblos Tindakan Kriminal
Komisioner KPU, Pramono Ubaid ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / YUD Senin, 15 April 2019 | 22:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan adanya surat suara tercoblos di Malaysia merupakan ulah jahat dari orang yang mau mencederai proses pemilu Indonesia di Malaysia. Menurut Pramono, ulah tersebut adalah tindakan kriminal.

"Itu kriminal, pidana. Sebab kalau surat suara yang di TPS itu di wilayah kita. Itu yang tercoblos adalah ulah orang jahat yang ingin mencederai proses pemilu kita di Malaysia dengan membawa kabur surat suara pemilu ke luar," ujar Pramono di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Apalagi, kata Pramono, lokasi penemuan surat suara tercoblos bukan merupakan tempat penyimpanan resmi. Pasalnya, PPLN Malaysia secara resmi menyiapkan tiga tempat untuk menyimpan surat suara, yakni KBRI, Wisma Indonesia dan sekolah Indonesia.

Pramono juga menegaskan bahwa surat suara yang tercoblos di Malaysia tidak masuk dalam proses penghitungan surat suara hasil pemilu di Malaysia. "Jadi berapapun surat suara dicoblos, tidak akan masuk proses penghitungan surat suara hasil pemilu di Malaysia," tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono mengatakan, jumlah WNI di Malaysia memang paling banyak jika dibandingkan dengan WNI di negara lain. "Memang di Malaysia jumlah pemilih Indonesia pun paling besar atau sekitar 500 ribuan. Belum lagi ada daftar pemilih khusus (DPK). Kalau total penduduk kita di Malaysia bisa satu juta keluarga," pungkas Pramono.



Sumber: BeritaSatu.com