Bawaslu Rekomendasikan PSU di Kuala Lumpur

Bawaslu Rekomendasikan PSU di Kuala Lumpur
Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (kanan) ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / YUD Selasa, 16 April 2019 | 17:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan pihaknya merekomendasikan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) melakukan pemungutan suara ulang atau PSU di Selangor, Malaysia. PSU ini khusus untuk meteode pemilihan via pos.

"Bawaslu memerintahkan Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur melalui Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan
Pemungutan Suara Ulang bagi pemilih Kuala Lumpur dengan metode pos," ujar Bagja saat konferensi pers di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Bagja mengatakan rekomendasi PSU di Kuala Lumpur berdasarkan hasil investigasi tim Bawaslu selama di Malaysia. Berdasarkan hasil investigasi tersebut, Bawaslu menilai PPLN tidak bekerja secara profesional dan obyektif.

"Perlu kami sampaikan, rekomendasi ini juga berdasarkan investigasi tim kami yang selama dua hari di Malaysia melakukan klarifikasi anggota PPLN berjumlah 7 orang, tiga pengawas Luar Neger, dan dua saksi. Kami juga klarifikasi ke dubes. Total ada 11 orang yang kami klarifikasi," jelas Bagja.

Sebagaimana diketahui, jumlah pemilih TPSLN di Malaysia sebanyak 127.044 dengan jumlah TPSLN 255. Pemilih KSK di Kuala Lumpur sebanyak 112.536 dengan jumlah KSK 376. Sedangkang pemilih pos sebanyak 319.293, dengan total post sebanyak 160.

Dengan demikian, pemilihan dengan metode pos akan dilakukan PSU di Malaysia.



Sumber: BeritaSatu.com