Polisi Vietnam Sita 600 Kg Narkoba

Polisi Vietnam Sita 600 Kg Narkoba
Polisi Vietnam memperlihatkan kemasan narkoba jenis metamfetamin di Kota Ho Chi Minh setelah penggerebekan besar pada 20 Maret 2019. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 16 April 2019 | 20:48 WIB

Hanoi, Beritasatu.com- Polisi Vietnam telah menyita lebih dari setengah ton metamfetamin dalam satu penggerebekan narkoba terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Di negara komunis ini, penggunaan obat-obatan sintetis terus meningkat.

“Pengapalan sabu-sabu itu akan dilanjutkan dengan truk untuk pengiriman,” kata Cong An Nhan Dan, juru bicara resmi Kementerian Keamanan Publik, setelah penggerebekan pada Senin (15/4).

Seperti dilaporkan AFP, empat orang ditangkap setelah polisi menyerbu satu rumah di provinsi Nghe An pusat di mana mereka menemukan 600 Kg met, beberapa di antaranya dimasukkan ke dalam kotak pengeras suara.

Puluhan polisi menyerbu rumah tempat obat-obatan itu disimpan. Menurut surat kabar Tuoi Tre yang dikelola pemerinta, rumah itu ditempati oleh pasangan lansia yang diyakini terkait dengan salah satu pedagang.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki sumber narkoba dan lokasi tujuan pengiriman

Penggerebekan itu menyusul penyitaan 30 kg obat di provinsi An Giang, akhir pekan lalu, termasuk sekitar 18 kg met yang disimpan dalam paket untuk teh dan suplemen vitamin.

Narkotika sintetis diproduksi di wilayah "Segitiga Emas" tanpa hukum yang mencakup Myanmar, Laos dan Thailand. Narkoba tersebut sering diselundupkan ke Vietnam, meskipun laboratorium buatan sendiri juga telah dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir.

Di satu pihak, Vietnam merupakan pusat penggunaan narkoba dan juga jalan transit populer untuk pengiriman narkotika ilegal. Opium dan heroin adalah obat pilihan di antara pengguna yang lebih tua, tetapi anak-anak semakin beralih ke obat pesta seperti ekstasi, met, dan ketamin yang telah membanjiri pasar.

Tahun lalu, tujuh orang muda meninggal karena overdosis di satu festival musik elektronik di Hanoi. Vietnam memberlakukan beberapa undang-undang obat terlarang di dunia, dan siapa pun yang tertangkap dengan lebih dari 600 gram heroin atau lebih dari 2,5 kg metamfetamin dapat menghadapi hukuman mati.

Penggerebekan terbaru pada Senin (15/4) datang setelah dua penangkapan besar-besaran bulan lalu di Kota Ho Chi Minh - satu 300kg heroin, satu lagi 300kg meth – kedua penangkapan itu melibatkan warga negara Tiongkok



Sumber: Suara Pembaruan