Besok, PPLN Malaysia Diminta Tak Hitung Surat Suara dari Pos

Besok, PPLN Malaysia Diminta Tak Hitung Surat Suara dari Pos
Ketua Bawaslu Abhan ( Foto: Beritasatu.com/Yustinus Paat )
Yustinus Paat / YUD Selasa, 16 April 2019 | 06:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bawaslu meminta Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Malaysia tidak menghitung surat suara untuk pemilih yang mencoblos dengan metode pos. Pasalnya, Bawaslu telah merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di Malaysia khusus pemungutan suara via pos karena kasus surat suara tercoblos di Selangor Malaysia.

"Karena besok itu mulai penghitungan di masing-masing PPLN di luar negeri, maka dengan rekomendasi pemungutan ulang ini, surat suara yang pos yang sudah masuk PPLN kami rekomendasikan untuk tidak dilakukan penghitungan. Jadi surat suara yang pos yang sudah terkirim ke PPLN tidak dilakukan penghitungan," kata Ketua Bawaslu RI Abhan di kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, (16/4.2019).

Abhan juga menjelaskan kalau seluruh rekomendasinya ini mengacu kepada hasil investigasi lapangan Bawaslu pada beberapa waktu lalu di Malaysia. Menurut Abhan, pihaknya melakukan investigasi surat suara tercoblos selama 4 hari belakangan.

"Investigasi yang kami lakukan, pertama melakukan klarifikasi terhadap 7 anggota PPLN, kemudian 3 anggota pengawas luar negeri dan 2 orang saksi. Dan juga kami melakukan klarifikasi kepada dubes. Jadi sudah ada yang kami klarifikasi 13 orang," terang dia.

Selain itu, Abhan mengatakan hasil investigasi menunjukkan kalau kejadian surat suara tercoblos di Malaysia disebabkan kesalahan prosedural kinerja PPLN Selangor Malaysia. Sehingga, pihaknya juga merekomendasikan 2 orang yang diduga bersalah untuk dipecat sebagai petugas PPLN.

"Dari fakta hasil investigasi, kami merekomendasikan juga untuk adanya penggantian 2 anggota PPLN. (Yakni) atas nama Krisna Hanan dan Djajuk Nashir," pungkas dia. 



Sumber: BeritaSatu.com