2019, Kasus Campak di Dunia Naik 3X Lipat 2019

2019, Kasus Campak di Dunia Naik 3X Lipat 2019
Campak ( Foto: Istimewa / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 17 April 2019 | 06:15 WIB

Jenewa, Beritasatu.com- Jumlah kasus campak tiga bulan pertama tahun 2019 di seluruh dunia dilaporkan meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Seperti dilaporkan BBC, Selasa (16/4), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa data sementara menunjukkan "tren yang jelas", dengan seluruh wilayah di dunia mengalami wabah tersebut.

Afrika mengalami peningkatan paling signifikan - hingga 700%. WHO mengungkapkan bahwa angka sebenarnya bisa jadi lebih besar, karena secara global, hanya satu dari 10 kasus yang dilaporkan.

Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular yang terkadang dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan yang serius, termasuk infeksi paru-paru dan otak.

Ukraina, Madagaskar dan India adalah negara yang terdampak paling buruk, dengan puluhan ribu kasus tercatat untuk setiap satu juta penduduknya.

Sejak September, setidaknya 800 orang meninggal dunia akibat campak di Madagaskar. Wabah campak juga menyerbu Brasil, Pakistan dan Yaman, "menyebabkan banyak kematian - sebagian besar anak-anak".

Lonjakan jumlah kasus juga tercatat di sejumlah negara lainnya termasuk Amerika Serikat dan Thailand yang notabene memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi.

PBB menyatakan bahwa penyakit tersebut "sangat bisa dicegah" dengan vaksinasi yang tepat. Namun cakupan global dari tahap imunisasi pertama justru "terhenti" pada angka 85%, "masih kurang dari 95% yang diperlukan untuk mencegah wabah".

Dalam satu tulisan opini untuk CNN, pemimpin WHO Henrietta Fore dan Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa dunia tengah "berada di tengah krisis campak". Menurut dia, ada persebaran informasi yang membingungkan dan kontradiktif" tentang vaksin menjadi sebagian hal yang patut dipersalahkan.



Sumber: BBC