Presiden Taiwan: Latihan Perang Tiongkok Adalah Ancaman

Presiden Taiwan: Latihan Perang Tiongkok Adalah Ancaman
Tentara taiwan menggelar latihan perang. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 17 April 2019 | 06:22 WIB

Taipei, Beritasatu.com- Presiden Taiwan Presiden Tsai Ing-wen mengatakan pada Selasa (16/4), bahwa latihan perang Tiongkok merupakan ancaman. Meskipun demikian, Taiwan merasa tidak terintimidasi.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (16/4), pernyataan Tsai dilontarkan setelah manuver terbaru Tiongkok yang juga dikecam oleh pejabat senior AS sebagai "paksaan" dan ancaman terhadap stabilitas regional.

“Angkatan bersenjata Tiongkok kemarin mengirim sejumlah besar pesawat militer dan kapal laut ke sekitar kami. Tindakan mereka mengancam Taiwan dan negara-negara lain yang berpikiran serupa di kawasan itu,” kata Tsai yang mempertegas pembelaannya.

Sebaliknya, Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok menyatakan, kapal perang, pembom, dan pesawat pengintai telah melakukan "latihan yang diperlukan" di sekitar Taiwan pada Senin. Latihan itu merupakan rutinitas belaka.

“Tindakan ini hanya berfungsi untuk memperkuat tekad kami. Kekuatan militer kita memiliki kapasitas, tekad, dan komitmen untuk membela Taiwan dan tidak membiarkan paksaan untuk menentukan masa depan kita sendiri,” katanya.

Tsai juga mengatakan pemerintahan Trump telah memberi tahu Taipei bahwa para pilotnya dapat berlatih di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona.

“Itu meningkatkan kemampuan mereka untuk mempertahankan ruang udara kami. Saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada pemerintah AS atas pengumuman tersebut,” katanya.

Tsai berbicara di satu forum yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan untuk menandai peringatan 40 tahun Taiwan-AS. Forum ikatan diatur dalam Taiwan Relations Act, menyusul keputusan Washington untuk membuang pengakuan formal Taiwan yang mendukung Tiongkok pada tahun 1979.

Acara ini dihadiri oleh delegasi yang dipimpin oleh Paul Ryan, mantan ketua Dewan Perwakilan AS.

Amerika Serikat tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan tetapi terikat oleh hukum untuk membantu menyediakan pulau dengan sarana untuk mempertahankan diri dan merupakan sumber utama senjata.



Sumber: Suara Pembaruan