Mantan Presiden Sudan Dipenjara

Mantan Presiden Sudan Dipenjara
Omar al Bashir ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 17 April 2019 | 21:45 WIB

Khartoum, Beritasatu.com - Presiden Sudan yang digulingkan, Omar al-Bashir dipindahkan dari kediamannya ke penjara Kobar di ibu kota Sudan, Khartoum. Pada Rabu (17/4), dua sumber keluarga mengatakan keberadaan Omar al bashir di penjara.

Satu sumber penjara mengatakan Omar al-Bashir ditahan di bawah pengamanan ketat di sel isolasi. Militer Sudan menggulingkan Bashir setelah berminggu-minggu protes massa yang mencapai puncaknya di luar kompleks Kementerian Pertahanan.

Protes terus berlanjut dan para pemimpin demonstran mengatakan kerusuhan tidak akan berhenti sampai Dewan Militer Transisi (TMC) yang berkuasa menyerahkan kekuasaan kepada otoritas yang dipimpin warga sipil sebelum pemilihan.

Asosiasi Profesional Sudan (SPA), yang memimpin pemberontakan, menyerukan perubahan besar untuk mengakhiri penumpasan kekerasan terhadap perbedaan pendapat, memberantas korupsi dan kronisme dan meredakan krisis ekonomi yang memburuk selama tahun-tahun terakhir Bashir berkuasa.

“Dalam langkah-langkah awal untuk mengatasi korupsi, TMC memerintahkan bank sentral untuk meninjau transfer keuangan sejak 1 April dan untuk menyita dana "tersangka",” bunyi laporan kantor berita SUNA, Rabu (17/4).

SUNA mengatakan TMC juga memerintahkan "penangguhan pengalihan kepemilikan saham apa pun sampai pemberitahuan lebih lanjut dan untuk setiap besar atau dugaan transfer saham atau perusahaan untuk dilaporkan" kepada otoritas negara.

Menurut sumber-sumber keluarga, Bashir telah ditahan di bawah penjagaan ketat di kediaman presiden di dalam kompleks yang juga digunakan Kementerian Pertahanan. Sebelum pria berusia 75 tahun itu dihalau ke penjara Kobar Selasa malam.

Kobar terletak tepat di utara Khartoum tengah yang berbatasan dengan sungai Nil Biru. Penjara ini menampung ribuan tahanan politik di bawah pemerintahan represif Bashir dan merupakan penjara paling terkenal di Sudan.



Sumber: Suara Pembaruan