35 WNA Jadi Korban Ledakan Bom Sri Lanka

35 WNA Jadi Korban Ledakan Bom Sri Lanka
Ledakan pertama bom Paskah di Sri Lanka dilaporkan terjadi di St Anthony's Shrine di Kolombo, lalu di Gereja St Sebastian di kota Negombo di luar ibu kota, Minggu (21/4/2019) ( Foto: AFP / ISHARA S. KODIKARA )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 21 April 2019 | 17:59 WIB

Kolombo, Beritasatu.com- Sejumlah 35 warga negara asing tewas dalam enam ledakan Minggu (21/4) Paskah di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka. Total korban jiwa mencapai sekitar 160 orang.

Jumlah itu telah dilaporkan oleh AFP, mengutip pernyataan seorang pejabat polisi. Sumber rumah sakit menyatakan para korban termasuk warga negara Amerika, Inggris dan Belanda. Lebih dari 400 orang terluka dalam ledakan itu.

Enam pemboman menghantam tiga gereja Kristen dan tiga hotel mewah di Sri Lanka selama kebaktian Minggu Paskah. Sebagian besar target berada di atau dekat ibu kota komersial, Kolombo. Salah satu hotel yang menjadi sasaran bahkan terletak sekitar 200 meter dari kediaman perdana menteri.

Kepala polisi Sri Lanka dilaporkan menerima peringatan tentang kemungkinan serangan bom oleh kelompok Islam radikal NTJ (National Thowheeth Jama'ath) 10 hari sebelum ledakan, Minggu (21/4).

Menurut laporan yang dikutip oleh AFP, peringatan itu datang dari "agen intelijen asing."

Sri Lanka belum pernah mengalami kekerasan dalam skala ini sejak berakhirnya perang saudara melawan gerilyawan Macan Tamil pada 2009.

Namun, ada banyak laporan tentang kelompok-kelompok agama minoritas - termasuk orang-orang Kristen, yang merupakan sekitar 7 persen dari umat beragama di  Sri Lanka, dan Muslim yang mencapai sekitar 10 persen. Mereka kerap diserang oleh para biksu Buddha.



Sumber: Suara Pembaruan