Menag Kecam Serangan Bom di Sri Lanka

Menag Kecam Serangan Bom di Sri Lanka
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Maria Fatima Bona / FMB Senin, 22 April 2019 | 09:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Serangkaian ledakan bom terjadi di tiga gereja dan tiga hotel mewah di Sri Lanka pada Minggu (21/4/2019). Ledakan ini menyebabkan ratusan orang meninggal dan lebih banyak lagi yang terluka. Ledakan itu terjadi di saat umat Kristiani di Sri Lanka sedang merayakan Hari Paskah.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengecam keras peristiwa tersebut. Pasalnya, tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama.

"Ironi, tragedi kemanusiaan terjadi justru di momen umat Kristiani sedang peringati hari besar keagamaannya. Kami turut berduka. Umat Kristiani diharap tabah, tetapi waspada, dan tetap menjadi pembawa damai bagi sesama," ujar Lukman berdasarkan siaran pers yang diterima SP, Senin(22/4).

Menurut Lukman, tindakan pengeboman itu jelas menyalahi ajaran agama sebab tidak ada agama yang membenarkan tindak kekerasan, apapun motifnya.

"Itu jelas sikap pengecut dan tidak bertanggung jawab. Apalagi bom meledak di rumah ibadah, saat umat beribadah," kecamnya.

Lukman mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik buat korban di Sri Lanka. Pada kesempatan sama, Lukman juga minta masyarakat untuk menahan diri dan tidak emosional.

Menurutnya, saat ini, pemerintah melalui kementerian luar nnegeri terus bekerja untuk mengetahui perkembangan kondisi di Sri Lanka, termasuk memastikan kondisi keamanan warga negara Indonesia di sana.

"Mari tingkatkan kewaspadaan kita untuk terus menjaga keamanan dan kesucian rumah ibadah kita masing-masing," pesannya.

Ia juga mengingatkan para pengguna media sosial agar tidak terpancing dan turut menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya. "Hindari menebar hoax seputar tragedi Sri Lanka. Penyebaran hoax itulah yang diharapkan pelaku untuk menebar teror dan rasa takut," tandasnya.

Secara terpisah, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU , Robikin Emhas mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) mendukung pemerintah RI melakukan langkah-langkah diplomatis membantu memulihkan keamanan dan membangun solidaritas kemanusiaan masyarakat dunia untuk warga Srilanka.

Menurut dia, peledakan bom di gereja dan hotel di Srilanka adalah kejahatan terorisme yang melawan nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan ajaran agama.

"Dalam kehidupan masyarakat beradab, pelaku pengeboman bukan pahlawan dan dalam pandangan Islam mereka tidak mati syahid. Kita dan masyarakat dunia mengutuk perbuatan seperti itu," kecam Robikin.

Dijelaskan dia, dalam ajaran agama sangat menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi menjunjung tinggi martabat kemanusiaan yakni dengan menjaga kelangsungan hidup setiap manusia adalah beberapa prinsip utama yang dipegang teguh oleh seluruh masyarakat dunia, apa pun agama dan ideologi yang dianut. "Agama dan ideologi harus dikembangkan untuk mewujudkan perdamaian dunia dan kehidupan masyarakat yang harmoni. Bukan dijadikan sumber dan alasan untuk menegasikan entitas lain yang berbeda," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan