Paus Fransiskus: Paskah Adalah Undangan Pembaruan Sejati

Paus Fransiskus: Paskah Adalah Undangan Pembaruan Sejati
Paus Fransiskus ( Foto: AFP )
Jeany Aipassa / JAI Senin, 22 April 2019 | 14:14 WIB

Vatikan, Beritasatu.com - Paus Fransiskus mengatakan Paskah adalah undangan bagi seluruh umat Kristiani bahkan semua orang di seluruh dunia untuk melakukan pembaruan sejati yang dimulai dari hati.

Mengawali pidato Paskah untuk Kota Roma dan Dunia (Urbi et Orbi), Paus Fransiskus mengajak umat mengheningkan cipta untuk
mendoakan para korban dalam serangan bom Paskah di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019).

“Saya diberi tahu tentang berita yang sangat menyedihkan, tepatnya di hari ini, pada saat Paskah, telah terjadi serangan bom di beberapa gereja dan tempat di Sri Lanka,” kata Paus Fransiskus dalam pidatonya.

Paus Fransiskus menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam kepada semua komunitas Kristen di Sri Lanka yang mengalami kekerasan mengerikan saat mereka berkumpul dan berdoa. Paus Fransiskus kemudian mendoakan para korban dalam serangan bom Paskah di Sri Lanka.

“Saya mempercayakan kepada Tuhan, orang-orang yang meninggal secara tragis dan saya berdoa untuk yang terluka dan menderita karena kekerasan yang kejam dan peristiwa mengerikan ini,” kata Paus Fransiskus sambil meminta umat yang menghadiri misa Paskah di Lapangan St Petrus, Vatikan, untuk mengheningkan cipta.

Dalam pidato Urbi et Orbi, Paus Fransiskus juga mengatakan Yesus hidup dan dekat dengan mereka yang membutuhkan. Paus Fransiskus mengajak untuk menaikan doa khusus bagi semua orang yang menderita karena konflik dan kekerasan, mendesak umat Katolik untuk tidak “dingin dan acuh tak acuh” terhadap keadaan mereka.

Paus juga mengatakan bahwa peristiwa Paskah menjadi bukti bahwa Kristus benar-benar hidup dan menghidupkan, bukan hanya kisah atau legenda.

“Kristus hidup! Dia adalah harapan kita. Semua yang disentuhnya terlahir kembali, baru dan penuh kehidupan. Kristus hidup dan ingin kamu pun hidup! Dia ada di dalam kamu, dia bersama kamu dan dia tidak pernah meninggalkan kamu,” kata Paus.



Sumber: Times/CNN/Suara Pembaruan