14 Negara Ini Didoakan Khusus Paus Fransiskus

14 Negara Ini Didoakan Khusus Paus Fransiskus
Paus Fransiskus melambaikan tangan kepada umat Katolik yang menyambutnya saat menuju Lapangan Santo Petrus di Vatikan, untuk memimpin Misa Paskah, Minggu (21/4). ( Foto: AFP / Vincenzo Pinto )
Jeany Aipassa / JAI Senin, 22 April 2019 | 15:05 WIB

Vatikan, Beritasatu.com - Paus Fransiskus menyebut setidaknya 14 negara dalam doa khusus yang disampaikan di dalam pesan Paskah untuk Kota Roma dan Dunia (Urbi et Orbi), pada Minggu (21/4/2019).

Beberapa negara yang secara khusus didoakan Paus Fransiskus adalah Suriah, Yaman, Israel, Palestina, Libia, Sudan, Sudan Selatan, Burkina Faso, Mali, Niger, Nigeria, Kamerun, Venezuela, dan Nikaragua.

Dalam pesan Urbi et Orbi, Paus menyampaikan doa khusus untuk para korban kekerasan dan konflik di seluruh dunia, dari Timur Tengah hingga Afrika, dari Amerika Selatan dan Ukraina.

Untuk wilayah Timur Tengah, Paus Fransiskus berdoa bagi para korban perang sipil berdarah Suriah yang sedang berlangsung akan menemukan harapan dalam Kristus, dan bahwa dunia tidak akan tumbuh "pasrah dan acuh tak acuh" terhadap konflik.

Paus Fransiskus juga menyerukan "komitmen baru" untuk mencapai solusi politik yang menjamin perdamaian dan kebebasan, respons yang memadai terhadap krisis kemanusiaan yang berkembang, dan jalan yang aman bagi para tunawisma dan pengungsi untuk kembali ke rumah.

Selain Suriah, Paus Fransiskus juga berdoa untuk Yaman, Israel dan Palestina. Paus Fransiskus mendoakan para pemimpin politik dan meminta agar orang-orang Kristen di wilayah ini memiliki kemampuan untuk dengan sabar bertekun dalam kesaksian mereka kepada Tuhan Yang Bangkit dan menang atas kematian.

Untuk Afrika, Paus Fransiskus mengucapkan doa untuk Libya, di mana orang-orang yang tidak berdaya hidup dalam penderitaan dan banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam beberapa minggu terakhir.

"Semoga Kristus yang Hidup memberikan kedamaian bagi seluruh benua Afrika yang tercinta, yang masih penuh dengan ketegangan sosial, konflik, dan kadang-kadang bentuk ekstremisme yang keras yang menyebabkan ketidakamanan, kehancuran dan kematian," kata Paus sambil menyebut nama Burkina Faso, Mali, Niger, Nigeria, dan Kamerun secara khusus.

Untuk Sudan, Paus Fransiskus berdoa untuk ketidakstabilan politik di negara itu, dan menyatakan harapan bahwa semua pihak akan bekerja untuk memungkinkan negara menemukan kebebasan, pembangunan, dan kesejahteraan yang telah lama dicita-citakan.

Dia juga berdoa untuk otoritas sipil dan keagamaan di Sudan Selatan, mencatat bahwa kepemimpinan politik dan agama negara itu baru-baru ini menghadiri retret spiritual di Vatikan.

"Semoga halaman baru terbuka dalam sejarah negara itu, di mana semua komponen politik, sosial dan agama secara aktif berkomitmen untuk mengejar kebaikan bersama dan rekonsiliasi bangsa," kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus juga berdoa dan mendorong semua pihak mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Ukraina bagian timur dan di berbagai bagian Amerika Latin, khususnya di Venezuela dan Nikaragua, yang telah terpecah oleh meningkatnya perpecahan politik selama bertahun-tahun.

Tak hanya itu, Paus Frasiskus juga berdoa untuk semua yang terpinggirkan, dan meminta agar Kristus mengilhami umat beriman untuk membuka hati mereka kepada orang miskin, rentan, menganggur, dan terpinggirkan.

Menutup pesan Paskahnya, Paus berkata, “Kristus hidup dan menjadi harapan bagi kita masing-masing dan bagi seluruh dunia. Semoga kita membiarkan diri kita diperbarui olehnya! Selamat Hari Paskah!" kata Paus Fransiskus.

 



Sumber: Times/CNN/Suara Pembaruan